Motivasi Hidup Islami Agar Hidup Lebih Semangat

Motivasi Hidup Islami – Manusia memiliki sebuah keinginan dan harapan itu wajar, yang tidak wajar itu jika manusia di perbudak oleh keinginan dan harapan. Sehingga hidupnya penuh dengan ambisi tiada henti yang keluar dari batas kewajaran.

Meskipun begitu, dalam hidup kita perlu menetapkan sebuah target hidup untuk memotivasi hidup agar lebih berkualitas dan maju. Suatu target yang tidak keluar dari batas kewajaran.

Bukan ambisi buta, tapi sebuah motivasi. Juga untuk mengukur laju perkembangan kita, apakah kita terus berjalan, berhenti, atau justru malah mundur dalam teater kehidupan ini.

Sehingga gambaran peta arah kehidupan kita dapat terlihat jelas. Bukan menjadi seseorang yang jika di tanya besok mau kemana menjawab tidak tahu, setelah ini mau apa tidak tahu, sekarang lagi apa juga tidak tahu.

Lebih parah dari orang tersesat karena tidak tahu sedang ada dimana dan sedang melakukan apa.

Target ini bukanlah suatu ambisi tanpa batas, juga bukan tidak menyerahkan kehidupan sepenuhnya kepada tuhan, justru sebuah ikhtiar agar kita bisa menyerahkan kehidupan sepenuhnya kepada tuhan.

Kenapa? karena jika kita sudah menentukan target kita akan belajar pasrah dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada tuhan.

Berbeda dengan orang yang tidak tahu apa-apa tadi, dia tidak ikhtiyar tapi selalu mengharapkan yang lebih dari tuhan.

Oleh sebab itu akupun memasang target tertentu dalam kehidupan ini untuk jangka panjang nanti. Setidaknya target untuk saat ini, karena sangat mungkin di kemudian hari nanti ada tambahan lagi. Sebuah target jangka panjang yang jangkanya sampai aku mati.

Jadi seumur hidup aku harus bisa mencapai target itu, itulah tuntutan pribadiku. Meskipun jika pada akhirnya nanti ada sesuatu yang gagal untuk di capai yang penting itulah targetku,

Inilah targetku secara garis besar:

Baca Juga: Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak

01. Motivasi Kursus Bahasa Inggris

Selain karena mengikuti perkembangan zaman, juga di sandarkan kepada sabda Nabi ”barang siapa mempelajari bahasa suatu bangsa maka dia akan selamat dari tipudaya bangsa tersebut”.

Bahasa itu sangat penting bagiku karena di zaman sekarang ini wujud persaingannya sudah meliputi segala lapisan.

Jadi di butuhkan skill tambahan untuk bisa memperjuangkan tujuan dan target kita sebagai muslim dan juga agar selamat dari tipu daya orang-orang berbahasa asing yang ingin merusak perjuangan kita.

02. Motivasi Kursus Bahasa Jepang

Ini memang bukan perkara yang terlalu penting, hanya sebagai skill sekunder saja. Selain alasan yang telah di sebutkan di atas, juga karena Jepang adalah salah satu pusat peradaban dunia.

Jadi jika kita mengetahui bahasanya bisa sedikit lebih mudah untuk mengenal kebudayaan atau keadaan disana lebih-lebih jika bisa kesana dan bisa memberi pengaruh disana juga. Kita hanya ikhtiar, tuhan yang menentukan.

03. Motivasi Hidup Islami Kursus Baca Kitab di Amsilati

Sebagai seorang santri, tidak sempurna rasanya jika belum bisa membaca kitab gundulan, setidaknya bisa mengerti maksudnya lah.

Metode Amsilati karya KH.Taufiq Jepara aku rasa sangat pas untuk kursus baca kitab cepat. Selain itu juga biar lebih semangat untuk muthola’ah kitab.

Baca Juga: Cita cita yang Dipahami Oleh Seorang Bocah

04. Motivasi Hidup untuk Mengabdi di Daerah Agama Tertinggal

Pengalaman Da’i di Wonogiri menginspirasiku untuk mengulanginya lagi, aku ingin mengulanginya lagi entah di tempat yang sama ataupun berbeda.

Jika kita lihat, di daerah luar jawa sana ada para pejuang kemanusiaan yang mengabdikan dirinya untuk para masyarakat, sebagian di antaranya justru WNA(Warga Negara Asing), sedangkan kita yang asli pribumi hanya tinggal diam.

05. Motivasi Hidup Islami Tabarrukan di Pon-pes Al Musyaffa’

Aku tidak ingin menjadi kacang yang lupa kulitnya, di Pesantren itulah aku banyak sekali ada kemajuan dan perkembangan, sedangkan pengabdianku yang dulu belum seberapa. Di kemudian hari semoga bisa terlaksana untuk menyempurnakan pengabdianku.

06. Motivasi Hidup Islami Tabarrukan di Pon-pes Malang

Pesantren Shirothul Fuqoha’ asuhan KH.Ahmad Dahlan Ghony, itu adalah Pesantren ayahku. Dan sampai sekarang aku belum menyambung Sanad dan bertabarruk kepada beliau, karena beliaulah yang mendidik ayahku, tentu lebih tahu akan keadaan karakter dan sifat ayahku.

Dan sudah sewajarnya jika sifat seorang ayah menurun kepada anaknya, maka beliau akan lebih paham bagaimana cara mendidik aku agar cepat dalam memperoleh ilmu yang manfaat dan berkah.

Baca Juga: Kata kata Bijak Kehidupan

07. Motivasi Hidup Islmi Tabarrukan di KH. Maimoen Zubair

KH.Maimoen Zubair adalah tokoh sentral Ulama di Indonesia saat ini, usia beliau sudah sangat tua, sebagai seorang santri tentunya tidak ingin melewatkan Barokah dari Kyai kharismatik yang masih tersisa itu. Semoga allah memberi umur panjang kepada beliau.

08. Motivasi Hidup Islami Tabarrukan di Tegalrejo

Dari dulu sebenarnya pengen banget aku nyantri disana, tapi takdir berkata lain, cuma pernah pasaran Romadlon dua minggu disana.

Salah satu yang paling terkenal untuk bertabarruk disana adalah menghatamkan Al Qur’an di makam KH.Chudlori. 

KH.Chudlori pernah berkata ”Barangsiapa ingin di akui menjadi santriku, maka hendaklah menghatamkan Al Qur’an di makamku sebanyak 40 kali”.

Sudah menjadi adat Santri Tegalrejo selama nyantri disitu menghatamkan Al Qur’an 40 kali.

Sedangkan para peziyarah berbeda-beda, ada yang sekali hataman, tiga kali hataman, tujuh kali khataman, dan ada juga yang sempurna sampai 40 hataman.

Sedangkan targetku yang penting menghatamkan Al Qur’an, syukur-syukur bisa sampai 40 hataman walaupun dalam jangka seumur hidup.

Baca Juga: Contoh Artikel Kehidupan Manusia

09. Trip ke Bali

Selain jalan-jalan juga sekalian silaturrahim, aku punya kenalan disana. Salah satu warga dari Wonogiri yang dulu pernah aku tempati.

Orangnya baik banget, beliau juga seringkali memintaku untuk mampir kesana. semoga kesampaian bisa mampir kesana nanti.

10. Trip ke Sumbawa

Pengen kesana gara-gara denger cerita dari kakak, disana ada seorang relawan pendidikan yang berkewarga negaraan Spanyol, ceritanya pengen ikut bantu-bantu disana.

Yah dia yang dari Spanyol aja bisa berkontribusi untuk Indonesia masa kita yang asli Indonesia cuma nonton aja.

11. Trip ke Bromo

Nah kalau ini murni cuma pengen jalan-jalan aja, sayang ada tempat sebagus Bromo di Indonesia kalau gak di kunjungi.

12. Motivasi Hidup Islami Hafal Qur’an

Gak muluk-muluk untuk target ini, cukup dua atau tiga ayat perhari dengan metode talaqqi. Bergantian mendikte dengan istri pasti lebih seru.

Insya allah jika diberi umur panjang bisa khatam sebelum mati. Tentunya juga dengan pendamping yang mendukung agar bisa berjalan secara konsisten dan istiqomah, mungkin dengan beberapa kriteria yang ada dibawah.

13. Pendamping Ideal

Pengen punya pendamping hidup yang bisa melengkapi kekurangan, yang cinta Al Qur’an biar bisa bareng-bareng menghafal Al Qur’an, yang kreatif dan inovatif biar bisa bareng-bareng ngelola website dan bisnis online, menarik dan unik biar senantiasa terhibur, aktif dan pekerja keras biar ibu suka, dan itu semua kayaknya ada di kamu deh. Hahaha.

14. Membiayai Pernikahan Sendiri

Sudah sangat lama aku menggantungkan segala kebutuhan hidupku kepada orang tua, mulai dari sekarang secara perlahan aku akan melepaskan ketergantunganku itu.

Dan biasanya beban paling berat orang tua dari anaknya adalah saat menikahkannya. Aku menargetkan dalam pernikahanku nanti untuk membiayai sendiri semua.

15. Motivasi Hidup Belajar Otodidak Ilmu Kesehatan

Tak ada yang memungkiri betapa pentingnya ilmu kesehatan bagi kehidupan, kadang kita kehilangan orang-orang terdekat gara-gara suatu penyakit yang sebenarnya sepele, tapi karena tak ada yang tau tentang ilmu kesehatan akhirnya kecolongan.

Aku pengen belajar tentang kesehatan meskipun cuma dasar-dasarnya dan bisa mengantisipasi gejala suatu penyakit serta bermanfaat setidaknya untuk keluarga dan kerabat.

16. Punya Rumah Sendiri

Salah satu nasehat dari guruku adalah nanti ketika sudah berkeluarga hendaknya hidup sendiri atau memisah dengan orang tua dan mertua, meskipun itu hanya ngontrak. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Semoga gak lama-lama setelah berkeluarga bisa punya rumah sendiri.

17. Keluar Negeri

Ini bukan sekedar keinginan untuk jalan-jalan, tapi lebih di tekankan keluar negeri karena ada suatu kepentingan. Yang menandakan berarti semakin bertambahnya kualitas hidup.

18. Motivasi Hidup Islami Berangkat Haji

Karena haji adalah rukun islam yang terakhir dan suatu kewajiban, maka mengusahakannya pun juga wajib, bukan wajib bila mampu tapi tidak mengusahakan kemampuannya. Maka benar jika di katakan Haji adalah penyempurna agama seseorang.

19. Motivasi Hidup Islami Tadarus Al Qur’an 1 juz perhari

Untuk investasi akhirat sekaligus sebagai pedoman hidup, belajar sedikit demi sedikit mulai dari sekarang. Semoga bisa tercapai sebelum usia 40 tahun.

20. Istiqomah Ibadah Sebelum Umur 40 Tahun

Sebagaimana sabda nabi, bahwa seseorang akan memasuki usia kematangan pada usia 40 tahun. Jika di usia itu sudah baik insya allah akan lebih mudah untuk mengistiqomahkan, sebaliknya jika di usia itu masih belum baik maka sangat sulit untuk merubahnya.

Add Comment