Kehidupan di Penjara Suci yang Akan Selalu Terkenang

Seseorang yang pernah tinggal di Pesantren dengan orang yang tidak pernah tinggal akan mengalami perkembangan hidup yang berbeda. Ada kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Bagi mereka yang pernah tinggal di Pesantren pasti akan memiliki kesan yang tak terlupakan dalam hidupnya.

Bagi mereka kehidupan di Pesantren adalah masa-masa yang paling indah dan menyenangkan dalam hidupnya. Ada hal-hal yang tak bisa dijumpai dan ditemukan diluar selain Pesantren.

Hal itu semakin menarik karena  Santri yang ada di Pesantren berasal dari latar belakang dan budaya yang beraneka ragam. Sehingga dalam setiap saat memungkinkan terjadinya hal-hal unik dan menarik.

Saat tinggal di Pesantren, banyak hal-hal dan kejadian unik yang masih berkesan sampai sekarang. Berikut adalah beberapa hal unik dan menarik yang ada di Pesantren:

1. Makan Bareng Satu Nampan

Makan bareng satu nampan penuh dengan solidaritas via brilio.net
Makan bareng satu nampan penuh dengan solidaritas via brilio.net

Makan bareng-bareng satu nampan bersama teman menjadi kenangan yang sangat berkesan dan indah saat kita sudah tidak lagi di Pesantren. Apalagi proses pengambilan makannya yang antri semakin menambah kesan mendalam saat kita bernostalgia mengulangi cara makan yang serupa dilain acara.

2. Selalu Antre

Suasana saat antri makan siang via rintihanqolbi.blogspot.com
Suasana saat antri makan siang via rintihanqolbi.blogspot.com

Apa-apa selalu antri itu sudah biasa di Pesantren, baik mau makan, mandi, nyuci pakaian, beli di warung/kantin pondok, dll. Hal itu sangat berkesan ketika kita mengulangi hal serupa dilain tempat tanpa harus mengantri, rasa syukur mengalir begitu lembut dan teringat masa-masa saat di Pesantren.

Mengantri mengajarkan seorang Santri untuk selalu bersabar, tidak egois, dan rasa sosial yang tinggi. Jika seseorang terbiasa mengantri akan menjadikannya mudah menghargai orang lain.

3. Sandal Sering Ngilang

www.brilio.net
www.brilio.net

Namanya hidup berkelompok, ada kalanya kita harus menyesuaikan diri dengan budaya yang ada, tapi ada juga dengan sendirinya kita akan terbawa dengan budaya yang ada. Begitu juga masalah pemakaian barang-barang yang ada di Pesantren, semua barang itu seakan-akan milik umum. Baik itu pakaian, alat-alat mandi, dan sandal.

Sandal adalah salah satu barang pribadi yang paling sering dipakai oleh umum. Hal itu sangat merugikan bagi pemiliknya, makannya hal itu ditetapkan sebagai pelanggaran, bahkan ada Pesantren yang menetapkannya sebagai pelanggaran berat.

Dan yang paling parah, sandal itu hilang tanpa kembali, entah ada orang yang memang berniat mengambil atau niatnya pinjam tapi tidak dikembalikan ke tempat asalnya.

4. Malu-malu saat Mendapat Giliran Pidato

ukhuwahbatam.com
ukhuwahbatam.com

Kebanyakan para Santri yang baru mondok itu tidak terbiasa dengan berbicara di depan umum, kecuali bagi mereka yang sebelum nyantri sudah terbiasa berorganisai. Salah satu pendidikan di Pesantren adalah melatih mental seorang Santri agar terbiasa berbicara di depan umum, yaitu dengan mengadakan acara pelatihan pidato.

Setiap Santri mendapat giliran maju berpidato di depan umum, hal ini menjadi sesuatu yang sangat menakutkan bagi mereka yang tidak terbiasa berbicara di depan umum, dengan malu-malu Santri berbicara di depan umum sambil mendapat sorakan dari penonton. Tapi lama kelamaan hal itu akan menjadi biasa, bahkan para Kyai yang sudah berceramah dimana-mana dulunya juga seperti itu.

5. Ketakutan saat Melakukan Pelanggaran

samakarim.wordpress.com
samakarim.wordpress.com

Para Santri yang belum terbiasa dengan peraturan dan budaya yang ada di Pesantren biasanya rentan untuk melakukan pelanggaran. Selain itu juga karena sifat dan kenakalan bawaan dari rumah yang masih tersisa.

Saat Santri melakukan pelanggaran, selalu ada rasa was-was dan takut dalam hatinya, baik ketahuan atau tidak. Tapi ada juga yang terlihat biasa saja, biasanya yang seperti ini adalah mereka yang terpaksa tinggal di Pesantren karena dipaksa oleh orang tuanya dan karena kenakalan dari rumah yang sudah terlanjur parah, bahkan jika dikeluarkan dari Pesantren malah merasa senang.

6. Merasakan Hukuman yang Mengerikan

www.brilio.net
www.brilio.net

Saat pelanggaran yang dilakukan ketahuan, bersiap-siaplah untuk menghadapi persidangan dari keamanan. Dengan sangat garang keamanan menyidang Santri yang nakal agar tidak mengulanginya lagi.

Hukuman pun ditetapkan sebagai penebusan pelanggaran yang telah dilakukan, hukuman ini menjadi obat untuk menghentikan kebiasan buruk dan menjadi kenangan indah untuk diingat dimasa yang akan datang.

7. Pintar-pintar Mencari Celah Waktu Mencuci dan Jemuran

m.tempo.co
m.tempo.co

Selain antri, Santri juga selalu berlomba-lomba dalam melakukan aktifitas, salah satunya adalah mencuci. Karena tempat mencucinya yang terbatas, harus pintar mencari celah waktu dan tempat untuk bisa melaksanakannya, tak hanya itu, setelah berhasil mencuci pun masih harus mencari celah jemuran untuk menjemur pakaiannya.

Oleh sebab itu, kadang Santri sampai rela menunggu atau bangun dinihari demi bisa mencuci dengan leluasa. Benar-benar mengesankan.

8. Pernah Merasakan Kesadaran atas Kesalahan-kesalahan yang Pernah Dilakukan

ngaji-tahsin.blogspot.com
ngaji-tahsin.blogspot.com

Salah satu yang sangat berkesan adalah saat-saat dimana hati sedang terbuka, tersadar dan menyesali atas kesalahan-kesalahan yang dulu pernah dirasakan. Hal ini nampaknya banyak dirasakan oleh para Santri jika selama nyantri ia konsisten dengan peraturan dan budaya yang ada di Pesantren.

2 thoughts on “Kehidupan di Penjara Suci yang Akan Selalu Terkenang

  1. Saya yang lahir di kota yang banyak pesantrennya tapi belum pernah sekalipun merasakan kehidupan pesantren hehe. Kenal beberapa teman santri dari berbagai daerah, ada yg emang niat nyantri ada yang dihukum orang tuanya hahaha. Tapi nggak bisa bayangin klo saya harus nyantri klo nyuci aja bangunnya dinihari đŸ˜€ eh tapi mereka sekarang bisa laundry haha.

    • Nyantri itu kaya minum obat bro, awalnya pahit gak enak banget, tapi sekarang berkesan banget n berterima kasih karena udah ngilangin penyakit hati kita. Dulu aku termasuk yang dipaksa sama orang tua, tapi setelahnya minta sendiri..hh

Leave a Comment