Agar Doa Pasti Terkabul. [Sebenarnya Semua Doa Pasti Terkabul] Baca Penjelasannya Disini

Agar doa terkabul, kita perlu memperhatikan beberapa hal dalam berdoa. Karena doa adalah sebuah permintaan, sudah selayaknya kita berperilaku sebagai peminta yang mengerti akan keadaan yang kita minta agar permintaan kita dipenuhi.

Yaitu tentang bagaimana cara ucapan kita untuk meminta, kapan waktu yang pas untuk meminta, dan dalam keadaan yang bagaimana untuk meminta. Yang jelas kita perlu tahu diri dan memperhatikan sikap kita untuk meminta.

agar-doa-terkabul perhatikanlah hal-hal yang perlu dihindari dalam berdoa.

Ilustrasi gambar untuk agar doa terkabul via pixabay.com

Agar doa terkabul, kita perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

1. Adab-adab Agar Doa Terkabul

Berikut adalah adab-adab dalam berdoa menurut Imam Al Ghozali:

a. Memilih waktu yang mulia seperti bulan Ramadhan, hari arofah, hari jum’at, dan waktu sahur.

b. Memanfaatkan keadaan atau kondisi yang mulia seperti antara waktu adzan dan iqomah.

c. Menghadap kiblat dan mengangkat tangan.

d. Berdoa dengan suara sedang dan lembut (tidak terlalu keras juga tidak terlalu pelan).

e. Tidak membebani diri dengan bersajak dalam berdoa.

f. Merendah, khusyu’, penuh harap dan rasa takut ( mengharap rahmat allah dan takut akan siksanya).

g. Berkeyakinan kuat pasti doanya akan terkabul disertai dengan pengharapan yang benar.

h. Mengulang-ulang sebanyak tiga kali agar benar-benar terlihat kesungguhan kita.

i. Mengawali dan mengakhiri doa dengan memuji Allah dan bersholawat atas Nabi (hamdalah dan sholawat).

j. Bertaubat serta mengakui semua kesalahan dan dosanya di hadapan Allah.

2. Hal-hal yang Perlu di Hindari Agar Doa Terkabul

a. Mengeraskan suara secara berlebihan.

b. Meminta sesuatu yang mengandung unsur haram dan dosa.

c. Meminta sesuatu yang mustahil.

d. Berdoa dalam keadaan maksiat (sambil melakukan dosa).

e. Berdoa dengan doa yang dibuat-buat sendiri yang tidak wajar dan tidak dibenarkan oleh syariat.

f. Berdoa dengan berpuisi yang dibuat-buat karena bertentangan dengan kekhusyuan.

g. Mengaitkan doanya dengan kehendak Allah, seperti ucapan: Ya Allah jika engkau berkenan, ya allah jika engkau berkehendak, dll.

Jika hal-hal diatas sudah dilakukan, maka hendaklah kita berpasrah diri dan menyerahkan total semua urusan kita kepada Allah. Dan jika nanti doanya masih juga belum terkabul, jangan berburuk sangka dulu. Ada beberapa kemungkinan dari doa yang kita panjatkan diatas, yaitu:

1. Menurut Waktu yang ditentukan Allah

Allah akan mengabulkan do’a kita menurut waktu yang telah allah tentukan, bukan atas waktu yang kita tentukan. Allah lebih tau kapan kita lebih membutuhkan dan kepantasan memperoleh dari yang kita minta.

2. Agar tidak Berhenti dalam Berdoa

Allah menunda mengabulkan doa kita agar kita tidak berhenti dalam berdoa, sebab jika doa kita dikabulkan kita akan berhenti berdoa.

3. Sebagai Penghapus Dosa

Jika masih belum dikabulkan, bisa jadi dosa kita banyak, sehingga tidak dikabulkannya doa itu sebagai penghapus dosa kita.

4. Agar Doa Terkabul Memerlukan Doa dengan Dosis Tinggi

Jika dosa kita banyak, atau hajatnya besar, maka perlu dosis yang besar dalam berdoa. Jika dosa dan hajat itu di ibaratkan penyakit, maka doa adalah obatnya. Jika dosa atau hajat kita banyak, maka perlu berulang-ulang dan terus menerus dalam berdoa, dosisnya harus lebih besar daripada biasanya.

Ada sebuah riwayat: Ada seseorang mendatangi nabi mengeluh akan sakitnya, kemudia nabi menyuruhnya membaca fatihah. Besoknya orang itu mendatangi nabi lagi dan berkata “nabi sakitku belum sembuh”, nabi kembali berkata “bacalah fatihah”, besoknya datang lagi dan berkata “nabi sakitku belum sembuh juga”, nabi tetap berkata “bacalah fatihah”, dan sampai berulang-ulang, setelah itu esoknya orang itu datang lagi dan berkata “nabi sakitku sudah sembuh”.

Kisah diatas menunjukkan sahabat yang sedang sakit itu membutuhkan dosis besar, sakitnya parah sehigga perlu fatihah yang banyak dan berulang-ulang sebagai dosis yang besar.

5. Penghapus Musibah

Jika masih belum dikabulkan juga, mungkin dalam catatan taqdir kita akan mendapat musibah, sehingga tidak dikabulkannya doa itu sebagai penghapus musibah tersebut.

6. Berbuah Pahala yang Besar di Akhirat

Jika sampai mati masih belum dikabulkan, maka di akhirat doa itu akan berubah menjadi suatu pahala yang sangat besar, sampai-sampai orang yang berdoa itu kaget ketika diberi tahu bahwa itu adalah pahala dari doa yang tidak terkabul di dunia dulu, dan menyesali atas doa-doanya yang terkabul di dunia.

7. Dikabulkan dari Jalan Lain

Mungkin sudah terkabul, tapi kita tidak menyadarinya, karena Allah mengabulkan dari jalan yang lain. Sebagaimana maqolah Ibnu Athoillah:

متى فتح لك باب الفهم فى المنع عاد المنع عين العطاء

“Ketika dibukakan kepadamu pintu kefahaman dari arti sebuah penolakan, maka berubahlah penolakan itu menjadi sebuah pemberian”.

Bukannya doa kita tidak terkabul, mungkin allah mengabulkannya dari jalan lain. Sebagaimana doa Ibu nabi Musa, doa Hannah Ibu Maryam, dan doa nabi Ibrahim. Bukankah mereka justru mendapatkan kebalikan dari apa yang mereka minta pada awal pemahamannya. Dan ternyata doa mereka tidaklah tertolak, melainkan sebuah pemberian yang lebih baik.

Kadang kita minta ikan, tapi Allah memberi kita kail. Tapi begitulah cara kerja Allah, agar dengan kail itu kita berusaha memancing untuk mendapatkan ikan. Allah memberi yang lebih baik dari apa yang kita minta dari jalan yang lain.

Itulah beberapa hikmah tak kunjung terkabulnya doa kita. Maka sudah selayaknya kita selalu bersyukur jika dimudahkan dalam konsisten berdoa, bukan terkabulnya doa, tapi kekonsistenan dari doa itu sendiri sudah merupakan nikmat.

No Responses

Add Comment