9 Amalan Bulan Ramadhan Sebagai Kunci Meraih Pahala Sempurna

RamadhanMarhaban Yaa Ramadhan, bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan adalah salah satu tanda imannya seseorang. Salah satu wujud kecintaan seseorang terhadap bulan Ramadhan adalah dengan melakukan amal sholih untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya.

Ada banyak amal sholih yang dapat mendatangkan pahala berlipat ganda di bulan Ramadhan, karena sejatinya memang semua amal sholih di bulan Ramadhan pahalanya dilipat gandakan.

Namun, ketidak tahuan terhadap amalan sunnah di bulan Ramadhan membuat produktifitas kita menurun. Untuk itu, di bawah akan saya runtutkan amalan bulan Ramadhan sesuai dengan waktunya secara ringkas agar produktifitas dan motivasi kita di bulan Ramadhan meningkat.

Amalan Bulan Ramadhan yang Perlu Dilanggengkan

Amalan bulan Ramadhan
ardan7779.web.id

Amalan-amalan bulan Ramadhan di bawah ini adalah amalan pokoknya saja, amalan utama untuk meningkat motivasi/produktifitas di bulan Ramadhan. Karena jika amalan-amalan di bawah ini bisa berjalan dengan baik dan konsisten, Insya Allah pahala-pahala di bulan Ramadhan dapat diperoleh secara maksimal.

Amalan-amalan seperti menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur, dsb tidak kami sebutkan. Karena secara otomatis kita akan mengamalkannya. Baik mengetahui keutamaannya atau tidak.

Tidur Tepat Waktu dan Konsisten

Tidur tepat waktu, normalnya jam 10.00 pm dan bangun antara jam 3.30 am – 4.00 am. Sebelum tidur membaca surat Al Ikhlas 3 kali, Sholawat 3 kali kepada Nabi dan seluruh Nabi, Istighfar 3 kali untuk diri sendiri dan seluruh muslim, Baqiyatus Shalihat 3 kali, sebagaimana washiyat Nabi kepada Aisyah. Silahkan baca keterangan lengkapnya di amalan menjelang tidur.

Ringkasnya, Al Ikhlas 3 kali = Mengkhatamkan Al Qur’an, Membaca Sholawat kepada seluruh Nabi 3 kali = Agar seluruhnya bisa memberi syafaat, Istighfar 3 kali = Meminta Ridho kepada seluruh kaum muslimin, Baqiyatus Shalihat 3 kali =Mengerjakan Haji & Umroh.

Kemudian di akhiri dengan doa sebelum tidur.

Bangun Tidur Tepat Waktu

Agar bangun tidur terasa mudah dan ringan, jangan berlebihan ketika makan. Lho apa hubungannya dengan bangun tidur? Justru sangat erat hubungannya antara mata dengan perut, akan saya jelaskan di bawah.

Setelah bangun tidur baca doa setelah bangun tidur, lalu bangkit dan ambil air wudhu. Kemudian Sholat Tahajud  dan berdoa sebelum makan sahur.

Setelah itu makan sahur secukupnya, cukup menghilangkan lapar dan tidak terlalu kenyang. Menurut Imam Ghozali, komposisi perut itu dibagi menjadi 3: 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk air, dan 1/3 udara. Dengan komposisi seperti ini sangat ampuh untuk membangkitkan motivasi dan menghilangkan kemalasan.

Sholat Subuh Berjamaah

Sangat dianjurkan mengerjakan Sholat 5 Waktu secara berjamaah, bukan cuma Sholat Shubuh, Sholat Maghrib atau Isya’ saja. Sebagaimana Sabda Nabi kepada Sayyidina Ali:

Wahai Ali: Hendaklah kamu shalat berjamaah, karena (balasannya) disisi Allah bagaikan orang yang melakukan Ibadah Haji dan Umroh. Dan orang yang semangat berjamaah adalah orang mu’min yang sangat disukai Allah, sedangkan orang yang malas berjamaah adalah orang munafiq yang sangat dibenci Allah.

Dan sangat dianjurkan lagi, sebelum mengerjakan sholat shubuh awali dengan dua rakaat qobliyah shubuh. Karena pahalanya melebihi dunia dan seisinya. Jika rumah kita dengan Masjid, alangkah baiknya jika kita berangkat lebih awal sekalian I’tikaf.

Tadarus Al Qur’an

Saat bulan Ramadhan, waktu yang paling baik dan utama untuk Tadarus Al Qur’an adalah setelah Shubuh dan Setelah Maghrib. Jadi manfaatkanlah kedua waktu itu untuk membaca Al Qur’an.

Pahala membaca Al Qur’an di bulan Ramadhan bisa sangat banyak. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang membaca satu huruf dalam kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan setiap kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan. Saya tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Dan ketika dibaca pada bulan Ramadhan, potensinya adalah:

“Semua amalan anak adam akan dilipatgandakan (balasannya), satu kebaikan akan dibalas dengan 10 sampai 700 kali lipat.” Allah Swt. berfirman: “Kecuali puasa, sesungguhnya itu untuk-Ku, dan Aku yang langsung membalasnya. Hamba-Ku telah meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.” (HR. Muslim)

Sholat Dhuha

Sholat Dhuha adalah amalan yang diistiqomahkan oleh para Ulama’ Salaf. Dan biasanya, hanya orang-orang dengan motivasi tinggi saja yang mampu konsisten mengerjakannya.

Di antara keutamaan dari sholat dhuha adalah:

  1. Mengamankan 1 pintu Surga (Dlm kitab Washiyatul Musthofa)
  2. Memutus ma’shiyat yang sulit kita tinggalkan (Keterangan KH. Asrori Al Ishaqi Kedinding Surabaya dari sebuah Hadits)
  3. Sebagai ganti Sedekah pada anggota badan kita (Hadits)
  4. Melancarkan Rizki +Berkah = Cukup (Hadits)
  5. Dll

Untuk dalilnya, silahkan googling sendiri. Untuk panduannya, silahkan baca tata cara sholat dhuha.

Qoilulah (Tidur Siang)

قِيْلُوْا فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لاَ تَقِيْلُ

“Tidur sianglah kamu sekalian (qoilulah), karena syetan tidaklah mengambil tidur siang.” (HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb 1: 12; Akhbar Ashbahan, 1: 195, 353; 2: 69. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1647)

Tidu Qoilulah sangat bermanfaat untuk menunjang motivasi kita. Ia ibarat charger yang kembali mengisi daya motivasi kita setelah bangun darinya. Tidur Qoilulah ini juga sangat bermanfaat untuk menunjang aktifitas malam kita.

Memberi Sedekah

Memberi sedekah di bulan Ramadhan ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan. Bisa dengan memberi sedekah di Masjid-masjid yang terletak di pinggir jalan, karena biasanya masjid-masjid ini menyediakan Ta’jil gratis untuk mereka yang sedang bepergian.

Bisa juga dengan memberikannya di Mushola atau masjid pada malam hari saat digunakan Tadarus. Di kampung-kampung, hal ini sudah lazim dilakukan, dan dilakukan dengan cara dijadwal secara bergiliran.

Atau dengan cara ketiga, cara ini juga paling asyik dilakukan. Saat sore hari, sambil ngabuburit cobalah jalan-jalan ke kota, alun-alun, atau tempat-tempat yang biasa digunakan ngumpul orang-orang menengah ke bawah saat bekerja.

Tukang ojek atau tukang becak misalnya, berikanlah sebagian rizki yang kita miliki kepdanya, meskipun itu hanya sebungkus nasi dan minuman, mereka akan sangat menerimanya.

Menyempurnakan Sholat Tarawih

Sholat Tarawih adalah sholat sunnah yang hanya ada ketika bulan Ramadhan saja. Jadi sangat sayang jika terlewat begitu saja, atau kurang sempurna dalam mengerjakannya.

Masalah sholat atarawih 8 rakaat atau 20 rakaat sudah bukan menjadi masalah. Jika masih ada yang meributkan tentang sholat tarawih 20 rakaat atau 8 rakaat berarti menunjukkan kebodohannya. Yang salah itu yang tidak sholat mengerjakannya.

Mengenai pahalanya jelas, ada banyak sekali dalil yang menerangkan keutamaan dan pahala tentang sholat tarawih. Sebab Sholat Tarawih sendiri masuk dalam amalan utama pada bulan Ramadhan bersama dengan Tadarus Al Qur’an dan Malam Lailatul Qadar.

Membiasakan Bangun Malam Untuk Persiapan Lailatul Qadar

Ada satu malam yang sangat mulia dan utama pada bulan Ramadhan, yaitu malam Lailatul Qadar. Karena begitu istimewanya Lailatul Qadar ini, malam ini dirahasiakan Allah keberadaannya.

Oleh karenanya, kita perlu membiasakan diri bangun malam untuk mendapatkannya. Justru, jika kita benar-benar ingin mendapatkannya, tidak usah berfikiran kapan datangnya malam Lailatul Qadar, tidak usah mencarinya.

Yang kita lakukan adalah beribadah setiap malam seakan-akan seluruh malam yang kita lalui adalah malam Lailatul Qadar. Dengan begitu kita akan mendapatkannya, karena akan ada satu malam yang kita lalui adalah Lailatul Qadar. Dan Allah sangat suka dengan cara seperti ini.

Cara Meningkatkan Motivasi Amalan di Bulan Ramadhan

Amalan di bulan Ramadhan

Setelah kita mengetahui amalan sunnah unggulan di bulan Ramadhan, terkadang masih saja terkendala dengan malas untuk melaksanakannya. Ya, semua itu karena motivasi, jika motivasinya lemah, yang terjadi adalah malas. Motivasi ini berhubungan dengan niat, Niat = Motivasi. Inilah sebabnya kenapa Niat hukumnya wajib dalam segala amalan Ubudiyah.

Berikut adalah tips atau cara membangun motivasi untuk meningkatkan amal kita:

Rahasia Niat

Niat memiliki rahasia yang sangat besar, jika anda pernah membaca tulisan yang mengulas tentang Dokter Paulus tentu akan mengetahuinya. Jika belum, baca kisahnya cari di google.

Dengan begitu, semua rangkaian kegiatan di atas tadi harus kita niatkan sejak dari bangun tidur. Kegiatan itu adalah jadwal rutinan kita, terus dilakukan sampai tertanam di alam bawah sadar diri kita.

Semua Kegiatan Diniatkan Hanya untuk Menunggu Waktu Sholat

Banyak diterangkan dalam kitab-kitab salaf, di antaranya kitab Karya Al Habib Abdullah Bin Alwi Al Haddad. Bahwa, seyogyanya untuk meniatkan semua aktifitas kita hanya menunggu waktu sholat.

Ketika anda membaca tulisan ini, mulailah berniat, semua kegiatan yang sedang anda lakukan saat ini dan akan dilakukan adalah hanya untuk menunggu waktu sholat yang akan datang.

Dengan begitu anda tidak akan melakukan kegiatan yang bisa merusak sholat anda. Tentu anda tau bagaimana rasanya menunggu, menunggu kereta di stasiun misalnya. Baik dalam keadaan bosan atau menyibukkan diri, begitu kereta datang anda akan langsung menghampirinya dan meninggalkan semua aktifitas anda. Dan tidak mungkin anda menyibukkan diri dengan sesuatu yang bisa menyebabkan ketinggalan kereta.

Begitulah seharusnya kita menunggu waktu sholat dan mengatur kegiatan kita.

Evaluasi dan Berdoa

Tidak mungkin kita langsung berhasil hanya dengan sekali percobaan membangun motivasi di atas. Mungkin akan ada beberapa kali kegagalan dalam mencoba, itu wajar. Jangan putus asa, yang perlu kita lakukan adalah membangun secara perlahan, kemudian mengevaluasinya.

Dan sebagai senjata pamungkas, kita sandarkan dan serahkan semua niat dan usaha kita kepada Allah. Kemudian ditutup dengan doa meminta fadhol/anugerah dari Allah.

Karena sejatinya, ketaatan itu hanyalah anugerah pemberian dari Allah, bukan hasil usaha kita. Jika kita merasa bahwa ketaatan itu adalah hasil dan usaha kita, maka yang terjadi adalah kesombongan. Dan hal ini lebih buruk daripada sebuah kemaksiatan.

Sebab, kemaksiatan yang menimbulkan rasa bersalah lebih baik daripada ketaatan yang menimbulkan kesombongan. Ada banyak sekali dalilnya, silahkan cari sendiri di situs nu.or.id (NU Online).

Loading...

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: