Contoh dan Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Buku / Jurnal yang Mudah

Penyajian informasi disertai sumber yang akurat adalah sebuah keharusan dalam menyampaikan kabar berita atau karya ilmiah. Oleh karenanya, cara penulisan daftar pustaka dalam sebuah karya ilmiah adalah wajib untuk diketahui. Sebab erat kaitannya dengan kredibilitas karya tulis serta pertanggung jawabannya.

Daftar pustaka sendiri adalah sebuah daftar rujukan tulisan yang menjadi acuan dan rujukan dari sebuah karya tulis. Baik rujukan yang bersumber dari buku, internet, koran, atau media lainnya. Ada beberapa manfaat dari adanya daftar pustaka atau catatan kaki ini, baik untuk pembaca, penulis ataupun sumber yang dijadikan rujukan. Di antara manfaatnya adalah:

  1. Sebuah etika penulisan yang baik
  2. Sebagai ungkapan terimakasih kepada sumber rujukan yang telah memberikan data
  3. Sebagai pendukung ide penulis
  4. Sebagai referensi terusan yang menunjukkan pada bagian mana data itu diambil
  5. Sebagai petunjuk untuk melacak kebenaran data yang diambil

Berikut adalah tata cara penulisan daftar pustaka beserta contoh yang dibagi berdasarkan sumber rujukannya:

A. Penulisan Daftar Pustaka dari Sumber Buku

Cara Penulisan Daftar Pustaka

Dalam menulis daftar pustaka yang berasal dari sumber buku ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah tanda baca dan urutannya. Untuk urutannya, berikut adalah referensi yang bersumber dari buku:

1. Nama

Ingat, nama penulis ditempatkan paling awal dalam sebuah daftar pustaka. Caranya adalah dengan membaliknya. Yaitu dengan menuliskan nama belakang terlebih dahulu baru kemudian nama depan yang dipisah dengan tanda koma.

Contoh:

  • Anwar, Chairil. 1999.

Apabila buku itu adalah hasil karya dari dua orang penulis atau lebih, maka hanya penulis pertama saja yang urutan namanya dibalik. Selanjutnya penulis kedua dan seterusnya dengan urutan nama aslinya yang sesuai berada setelahnya

Apabila dalam buku tersebut nama penulisnya dicantumkan lengkap bersamaan dengan gelar pendidikan ataupun gelar lainnya, maka gelar-gelar tersebut tidak perlu untuk ditulis. Dan bila pada buku yang dijadikan sumber itu tercantum nama editor, maka penulisannya dilakukan dengan cara menambahkan singkatan berupa (Ed.).

Contoh:

  • Anwar, Chairil (Ed.). 1999.

Apabila pengarangnya terdiri dari dua atau tiga orang, maka semua nama pengarang itu ditulis dengan cara nama orang pertama dibalik dan untuk nama orang kedua – ketiga tetap. Dan di antara kedua nama pengarang tersebut digunakan kata penghubung berupa “dan”.

Contoh:

  • Sudjono, Selo dan Marta Susilo.
  • Khumaidi, Ismail. Dini A., dan Eva D.

Apabila lebih dari tiga orang, maka nama pengarang pertama tulisannya dibalik, kemudian ditambahkan berupa singkatan “dkk” (dan kawan-kawan) atau et all.

Contoh:

  • Kartika, Salma dkk.
  • Susan, Alberta et. all.

Dan untuk beberapa buku yang ditulis oleh satu orang pengarang, maka nama pengarangnya cukup ditulis sekali saja pada buku yang disebut pertama. Setelahnya cukup dibuatkan garis kira-kira sepanjang 10 ketukan yang diakhiri dengan tanda titik.

Setelah mencantumkan nama pengarang, kemudian cantumkan tahun terbit yang ditambah tanda titik. Apabila tahunnya berbeda, maka penyusunan daftar pustaka dilakukan dengan cara mengurutkannya berdasarkan yang paling lama ke yang paling baru.

Contoh:

  • Keraf, Gorys. 1977.
  • _________ . 1980.
  • _________ . 1982.

Apabila diterbitkan di tahun yang sama, maka penempatan urut-urutannya adalah berdasarkan pada pola abjad judul buku. Cara pembedaannya adalah dengan menambahkan huruf (misal) a, b, c, dst tanpa ada jarak.

Contoh:

  • Aboe, Oemar. 1989a.
  • __________ . 1989b.

2. Tahun Terbit

Setelah penulisan nama, cantumkanlah tahun terbit dari buku yang digunakan sebagai referensi dan rujukan. Jangan keliru dengan angka tahun cetakan awal. Sebab bisa saja buku rujukan itu merupakan buku cetakan kedua, ketiga, ataupun terakhir. Oleh karenanya, lihatlah tahun terbitnya.

3. Judul Buku

Tuliskan judul bukumu secara lengkap. Jangan lupa, penulisan judul dibuat dengan italic (miring).

4. Kota dan Nama Penerbit

Bagian yang paling akhir dalam penulisan daftar pustaka buku adalah dengan mencantumkan kota penerbitan dan nama penerbit yang mencetak buku tersebut. Penulisan nama kota didahulukan, kemudian diikuti dengan nama penerbit yang dibatasi dengan suatu tanda titik dua (:).

Hal lain yang perlu untuk diperhatikan yaitu tanda batas dari setiap urutan. Pastikan dalam penulisan ini menggunakan tanda titik (.) batas urutan nama, tahun terbit, judul buku, kota dan nama penerbit.

Contoh Daftar Pustaka dari Buku

Data Buku:
Judul : Panduan Hidup Sehat Volume 4
Penulis : Dr. Jindan F. Rozi
Penerbit : Indonesia Publishing House
Kota Penerbit : Yogyakarta
Tahun Terbit : 2006

Cara Penulisan:

Rozi, Jindan F. 2006. Panduan Hidup Sehat Volume 4. Yogyakarta: Indonesia Publishing House.

BACA:

B. Penulisan Daftar Pustaka dari Artikel dalam Koran, Jurnal atau Majalah

Cara penulisan daftar pustakan dari jurnal

Tidak berbeda jauh dengan penulisan dari sumber berupa buku, penulisan daftar pustaka dari jurnal, koran atau majalah juga perlu mencantumkan nama penulis, tahun terbit, judul artikel, hingga kota dan nama penerbit. Namun bukan berarti tidak ada perbedaannya. Ada beberapa perbedaan penulisan untuk beberapa urutan tersebut, adalah sebagai berikut.

1. Nama

Pastikan untuk penulisan nama daftar pustaka artikel tersebut adalah penulis original artikelnya, bukan editor dari jurnal, koran, atau majalah yang menjadi sumber rujukan dan referensi.

2. Judul

Dahulukan penulisan judul artikel yang menjadi sumber rujukan dan referensi. Penulisan tidak menggunakan format italic, tetapi ditulis dengan format tegak lurus dan diberi tanda kutip (“) pembuka dan penutup.

Kemudian dilanjutkan dengan penulisan sumber jurnal, koran atau majalah yang memuat artikel tadi. Untuk penulisan nama jurnal, majalah, atau koran baru dicetak miring. Ikutkan pada halaman berapa artikel itu dimuat yang ditulis dalam tanda kurung [(…)].

Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Artikel Jurnal

Data Artikel:
Judul Jurnal : Mengetuk Pintu Langit: Jurnal Kesastraan dan Kebahasaan Volume 3
Judul Artikel : Bahasa Indonesia Sebagai Sastra Penyampai Informasi
Penulis : Ja’far Shodiq
Penerbit : Kantor Bahasa Provinsi Jawa Tengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kota Terbit : Semarang
Tahun Terbit : 2015
Kiriman Menarik Lainnya: TIPS MENULIS BUKU BEST SELLER – Metode “Snowflake” untuk Menulis Buku Laris

Cara Penulisan:

Shodiq, Ja’far. 2015. “Bahasa Indonesia Sebagai Sastra Penyampai Informasi” dalam Mengetuk Pintu Langit: Jurnal Kesastraan dan Kebahasaan Volume 3 (hlm. 148-149). Semarang: Kantor Bahasa Provinsi Jawa Tengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Contoh Jika Majalah yang Menjadi Rujukan

Jika majalah yang menjadi sumber rujukan, maka perlu memperhatikan unsur-unsur dan urutannya yang perlu disebutkan dalam penulisan daftar pustaka, sebagai berikut:

nama pengarang,
tahun terbit,
judul artikel,
judul majalah,
bulan terbit (jika ada),
tahun terbitan yang keberapa (jika ada),
tempat terbit.

Contoh:

Nasution, Haris. 1979. “Sistem Keamanan Internasional”. Dalam Prisma, Desember, V. Jakarta.
Paranggi, Umbu Landu. 2008. “Puisi: Tetesan Darah Perjuanganku” dalam Erlangga Majalah Sastra. Jakarta: PT Metro Pos.

Contoh Jika Surat Kabar sebagai Rujukan

Jika surat kabar yang menjadi sumber rujukannya, maka perlu memperhatikan unsur beserta urut-urutannya yang perlu disebut dalam daftar pustaka, yaitu sebagai berikut:

nama pengarang,
tahun terbit,
judul artikel,
judul surat kabar,
tanggal terbit, dan
tempat terbit.

Contoh:

Taher, Antonio. 1984. “Wanita sudah saatnya untuk berkarya”. Dalam Sinar Harapan, 1 September 1994. Bandung.

Contoh Jika Antologi sebagai Sumber Rujukan

Jika antologi yang menjadi sumber rujukannya, maka perlu memperhatikan unsur dan urut-urutannya yang perlu disebut dalam daftar pustaka, yaitu sebagai berikut:

nama pengarang,
tahun terbit karangan,
judul karangan,
nama penghimpun (Ed.),
tahun terbit antologi,
judul antologi,
tempat terbit, dan
nama penerbit.

Contoh:

Winarto, Sastro. 1997. “Metode Praktis Menulis Buku”. Dalam Santoso (Ed.). 1980. Metode-metode Penulisan Praktis. Bandung: Gramedia.

Itulah cara penulisan daftar pustaka beserta contoh-contohnya. Semoga dapat membantu dalam menyelesaikan tugas yang sedang dikerjakan.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: