Contoh Proposal Penelitian dengan Susunan dan Konsep yang Benar

Contoh Proposal Penelitian – Jika menilik pendapat T. Hillway, yang dimaksud penelitian adalah sebuah studi yang dilakukan oleh seseorang dengan penyelidikan secara hati-hati mengenai suatu masalah. Supaya diperoleh pemecahan dari masalah tersebut.

Sementara itu, proposal penelitian adalah sebuah usulan penelitian yang diajukan oleh seorang mahasiswa yang akan melakukan penulisan karya ilmiah seperti tesis dan skripsi.

Dibutuhkan teknik khusus dalam penulisannya. Dan harus mengikuti contoh proposal penelitian yang tepat supaya bisa menyusunnya dengan benar. Sehingga tak perlu susah payah untuk merevisi hasil penulisannya.

A. Contoh Proposal Penelitian

contoh proposal penelitian

Dalam contoh proposal penelitian yang benar. Maka ada beberapa bagian penting yang harus diperhatikan di dalam penyusunan proposal. Baik dalam proposal skripsi, proposal usaha, proposal kegiatan atau yang lainnya. Di antaranya ialah:

1. Halaman Judul

Pastikan ada judul, kemudian jenis laporannya, lambang dari universitas, nama serta NIM, jurusan, prodi, nama universitas serta tahun pengajuan proposal. Gunakan metode pengetikan piramida terbalik atau mengerucut ke bawah.

2. Halaman Persetujuan

Di sini dimuat judul usulan penelitian, persetujuan dosen pembimbing dan tanda tangan serta waktu persetujuannya.

3. Daftar Isi

Berupa daftar dimana bagian-bagian dan sub bagian skripsi lengkap dengan halamannya berada. (BACA: Contoh Daftar Isi Makalah | Cara Membuat Daftar Isi Otomatis)

4. Isi

Pada bagian isi, terdiri atas beberapa bab dan dari bab tersebut masih ada sub bab dan penjabarannya.

B. Cara Membuat Proposal Penelitian

Cara membuat proposal penelitian

Berikut ini adalah contoh proposal penelitian yang bisa anda ikuti langkah-langkahnya. Lengkap dengan penjelasan apa saja yang harus anda tulis di dalamnya.

BAB I. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Dalam contoh proposal penelitian yang benar. Latar belakang masalah berisi gambaran tema di lokasi penelitian anda dan memiliki kaitan khusus dengan penelitian yang akan dilaksanakan. Mulai dengan masalah umum, lalu mengerucut ke masalah khusus yang anda bidik. (BACA: Contoh Kata Pengantar Makalah)

2. Perumusan Masalah

Untuk perumusan masalah harus dirumuskan menggunakan kalimat tanya jelas dan tegas. Ada gambaran tentang hubungan dua variabel atau lebih, contohnya “adakah?”, “Apakah?”, “Bagaimanakah?”, dan sebagainya.

3. Batasan Masalah

Pembatasan luang lingkup dalam penelitian, bisa berupa temanya, wilayah yang diteliti, atau lokasi dan sumber penelitian.

4. Tujuan Penelitian

Pastikan ada:

  • Tujuan umum yang meliputi capaian menyeluruh untuk jawaban dari tema penelitian.
  • Tujuan khusus yang meliputi rincian dari tujuan umum yang sesuai dengan perumusan & pembatasan masalah jika dilihat secara operasional.

5. Manfaat Penelitian

Sebutkan apa saja manfaat bagi user, manfaat bagi pengembangan keilmuan, peneliti dan diharapkan menjadi salah satu pertimbangan dalam membuat kebijakan terkait topik yang diteliti.

6. Keaslian Penelitian

Menunjukkan kemampuan peneliti dalam mengidentifikasi penelitian yang terdahulu yang relevan dengan penelitiannya sendiri. Pernyataan dalam keaslian penelitian ini termasuk pernyataan persamaan penelitian dengan yang seblumnya dan apa saja perbedaannya dengan yang dilakukan sekarang. Termasuk kerangka teori, penerapan teorinya, kerangka konsep dan lainnya.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Adapun tinjauan pustaka dalam contoh proposal penelitian adalah penelusuran kepustakaan. Hal ini untuk indentifikasi makalah dan berbagai buku yang berhubungan dengan penelitian yang sedang dilakukan. Tinjauan pustaka ini disusun secara runut dari tujuan penelitian. Kemudian pertanyaan penelitian serta masalah apa yang akan anda selesaikan. (BACA: Contoh Daftar Pustaka)

1. Landasan Teori

Uraian kerangka teori dengan rujukan referensi dari para ahli atau teori yang ada untuk mendasari hasil dan pembahasannya yang detail. Misalnya model matematis dengan kaitan langsung dengan tema yang anda teliti. Pastikan teori yang dirujuk memiliki acuan pada variabel penelitian anda.

2. Kerangka Teori

Di sini ditulis teori penelitian anda, dan kerangka teori ini tidak dapat dikembangkan apabila anda sebagai peneliti belum mempelajari pustaka. Pun jika peneliti belum mempunyai kerangka teori. Maka anda tak akan bisa membaca semua pustaka yang anda siapkan dengan efektif dan efisien.

3. Kerangka Konsep Penelitian

Operasionalisasi keterikatan di antara semua variabel yang asalnya dari kerangka teori dan memiliki konsenterasi di satu bagian kerangka. Di dalamnya digambarkan aspek apa saja yang dijadikan dasar masalah penelitian ini. Singkatnya kerangka konsep muncul dari kerangka teori dan punya hubungan dengan masalah penelitian.

4. Hipotesis

Memuat pernyataan singkat yang telah disimpulkan dari landasan teori, merupakan jawaban sementara dari masalah yang sedang anda hadapi. Perlu diingat bahwa hipotesis tidak melulu tergantung dengan tujuan dan jenis penelitian, melainkan harus diuji kebenarannya berdasar pada kaidah keilmuan yang bisa dipertanggung jawabkan lebih lanjut.

BAB III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian memuat: jenis penelitian, populasi dan sample penelitian, lokasi dan waktu penelitian, hubungan variable dan definisi operasional, instrumen penelitian, pengumpulan dan pengolahan data, metode analisis data dan keterbatasan.

1. Jenis Penelitian

Berisi langkah-langkah yang akan diambil untuk membuktikan kebenaran hipotesis.

2. Populasi dan Sample

Isinya bagaimana cara pengambilan sampel, besaran sampel, cara mengumpulkan sampel, teknik yang digunakan dalam penarikan sampel. Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian yang terdiri atas subjek dan objek yang memenuhi karakteristik tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti.

Tidak hanya orang, bahkan benda-benda dengan ciri atau sifat tertentu juga bisa dijadikan bahan penelitian. Sampel itu sendiri adalah sebagian dari semua jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi yang diteliti.

3. Lokasi dan Waktu Penelitian

Tempat dan waktu penelitian.

4. Variabel

Variabel atau faktor yang diteliti dalam penelitian tersebut.

5. Definisi Operasional

Bagaimana mengukur suatu variabel, lengkap dengan alat ukur apa yang digunakan. Definisi operasional akan mendeskripsikan variabel supaya tidak berintegrasi ganda. Lebih terukur dan menunjukan macam variabel sesuai dengan tingkat pengukurannya.

6. Teknik Pengumpulan Data

Cara pengumpulan data yang berupa data primer, atau data sekunder yang didasarkan dari cara pengumpulan data. Apakah secara wawancara, angket atau lainnya.

7. Instrument Penelitian

Alat ukur/instrumen penelitian yang berupa ceklis atau kuesioner yang menjadi pedoman saat wawancara atau observasi.

8. Teknik Pengolahan Data

Bagaimana cara anda untuk mengolah data yang telah didapat untuk menjadi informasi sebagai pengambilan kesimpulan dari penelitian ini.    

9. Metode Analisis Data

Bagaimana anda mengubah data penelitian menjadi informasi untuk dijadikan kesimpulan penelitian. Adapun kegiatan analisis data ini termasuk persiapan dan tabulasi, kemudian aplikasi data.

10. Keterbatasan

Karena tiap penelitian ada kelemahan, maka semuanya ditulis dalam bab ini. Di dalamnya disajikan keterbatasan secara teknis yang menyebabkan dampak metodologis dan substansif.

11. Daftar Pustaka

Semua keterangan bacaan yang anda jadikan bahan rujukan dalam penulisan penelitian disusun di sini. Buku teks, artikel di internet, jurnal, artikel di koran dan berbagai kumpulan kaya tulis lainnya.

12. Lampiran

Jika anda memiliki berbagai informasi yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian. Misal surat penelitian, peta, kuisioner dan berbagai data lain yang melengkapi penelitian dilampirkan di sini.

Demikian adalah contoh proposal penelitian yang benar, semoga bermanfaat.