Bacaan Doa Setelah Sholat Fardhu Ringkas [Ala Wong NU]

Tuntunan Sholat – Setelah melaksanakan sholat fardhu ataupun shalat sunnah rawatib, hendaknya untuk tidak meninggalkan doa setelah sholat. Setelah salam (selesai sholat), bacalah dzikir setelah sholat, kemudian panjatkanlah doa setelah sholat.

Sholat fardhu dan sholat sunnah memiliki kekhususan doa masing-masing, meskipun secara umum tidak mengapa meninggalkan kekhususan doa itu. Namun akan lebih baik jika doa yang kita panjatkan sesuai dengan sholat dan kepentingan dari sholat yang kita laksanakan.

Misalnya dalam sholat tahajud, sholat tahajud memiliki kekhususan doa tersendiri yang sesuai dengan kepentingan dan keutamaan sholat tahajud itu sendiri. Dalam sholat dhuha pun demikian, sholat dhuha juga memiliki kekhususan doa yang berkaitan dengan kepentingan dan keutamaan dari sholat dhuha itu sendiri.

Begitu juga dalam sholat wajib, tentu juga memiliki kepentingan dan keutamaannya sendiri. Mengingat sholat wajib 5 waktu merupakan sholat yang paling sering kita lakukan dan telah menjadi rutinitas kita sebagai muslim, tentu kepentingan doa dan keutamaannya lebih hebat lagi.

Doa setelah sholat fardhu ini merupakan kumpulan dari beberapa doa, Anda pun bisa menambahkan doa Anda secara pribadi. Namun akan lebih baik jika doa setelah sholat ini merupakan doa yang bersumber dari Nabi SAW.

Baca: Tata Cara Sholat Sunnah Rawatib dan Keutamaan Mengerjakannya

Doa Setelah Sholat Fardhu

Doa setelah sholat wajib diatas adalah himpunan dan kumpulan dari beberapa doa. Apabila doa diatas dirasa terlalu panjang Anda bisa meringkasnya dengan memilihnya pada bagian yang cocok untuk Anda.

Namun yang terpenting, dalam berdoa diawali dengan bacaan “Hamdalah” dan “Sholawat Nabi”, kemudian ditutup dengan “Sholawat Nabi” dan “Hamdalah”.

Dan pilihlah doa yang secara global berisi untuk kebaikan diri, baik di dunia dan akhirat, kebaikan orang tua, tetapnya Islam dan Iman sampai akhir hayat serta doa meminta khusnul khatimah.

Secara ringkasnya adalah sebagai berikut:

Doa Setelah Sholat Fardhu Singkat

بسم الله الرحمن الرحيم
ألحمد لله رب العالمين اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

١. اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلاَةً تُنْجِيْنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاَهْوَالِ وَاْلآفَاتِ. وَتَقْضِىْ لَنَابِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ.وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ. وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ. وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَيَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ اِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَاقَاضِىَ الْحَاجَاتِ

٢. اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَصِحَّةً فِى الْبَدَنِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ.

٣. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

٤. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

٥. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

٦. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم والحمد لله رب العالمين

Doa Setelah Sholat Fardhu Singkat Latin

Bismillaahirohmaanirrohiim. Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin. Allaahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammadin wa’alaa aali sayyidina Muhammad.

1. Allaahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin sholaatan tunjiinaa bihaa min jamii’il aafaat. Wa taqdhii lanaa bihaa min jamii’il haajaat. Wa tuthohhirunaa bihaa min jamii’is sayyi_aat. Wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad_darojaat. Wa tuballighunaa bihaa aqshol ghooyaat. Min jamii’il khoirooti fil hayaati wa ba’dal mamaat.

2. Allaahumma innaa nas_aluka salaamatan fid_diin. Wa ‘aafiyatan fil jasadi. Wa ziyaadatan fil ‘ilmi. Wa barakatan fir_rizqi. Wa taubatan qoblal maut. Wa rahmatan ‘indal maut. Wa maghfirotan ba’dal maut.

3. Allaahumma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil maut. Wan_najaata minan_naari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

4. Robbanaa laa tuzigh qulubanaa ba’da idz_hadaitanaa wahab lanaa min ladunka rahmah. Innaka antal wahhaab.

5. Allaahummaghfirlii dzunuubi waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii soghiiroo.

6. Robbanaa aatinaa fid_dun_yaa hasanah wafil aakhiroti hasanah waqinaa adzaaban_naar.

Washollallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin Wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad. Walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin.

Arti Doa Setelah Sholat Fardhu

1. Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang dengan rahmat itu Engkau akan menyelamatkan kami dari semua bahaya, yang dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan hajat kami, Yang dengan rahmat itu Engkau akan membersihkan kesalahan kami, Yang dengan rahmat itu Engkau akan mengangkat derajat kami, Yang dengan rahmat itu pula Engkau akan menyampaikan kami kepada kesempurnaan semua maksud dari semua kebaikan pada waktu hidup dan setelah mati, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

2. Ya Allah kami meminta kepadamu keselamatan Agama, kesehatan jasmani, tambahan Ilmu, keberkahan dalam rizqi, Taubat sebelum mati, Rahmat ketika hendak mati dan Ampunan setelah mati.

3. Ya Allah, ringankanlah kami ketika sedang sakaratul Maut, selamatkan dari api neraka, dan ampunilah ketika sedang proses hisab.

4. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami menyimpang pada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (Karunia).

5. Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan belas kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka berbelas kasih kepadaku di waktu aku kecil.

6. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka.

Adab Dalam Berdoa

doa sholat fardhu
muslim.or.id

Dalam berdoa, perhatikan juga bagimana adab berdoa yang baik. Tujuannya adalah agar doa kita diterima Allah dan segera dikabulkan. Berikut adalah adab-adab berdoa:

1. Mencari Waktu Mustajab untuk Berdoa

Salah satu adab berdoa agar segera terkabul adalah mencari waktu yang mustajab untuk berdoa. Diantara waktu yang mustajab untuk berdoa adalah pada waktu sepertiga malam terakhir (waktu sahur), sore hari di hari jum’at, pada bulan Ramadhan, hari arafah.

Nabi SAW bersabda:

ينزل الله تعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الأخير فيقول عز وجل: من يدعونى فأستجب له، من يسألنى فأعطيه، من يستغفرنى فأغفر له

“Allah turun ke langit dunia setiap malam saat tersisa 1/3 malam terakhir. Kemudian Allah berfirman, Barangsiapa berdoa kepadaku maka Aku akan mengabulkannya, barangsiapa yang meminta kepadaku akan kuberi, dan barangsiapa memohon ampunan kepadaku pasti Aku ampuni’.” (HR. Muslim)

2. Memanfaatkan Keadaan yang Mustajab Untuk Berdoa

Di antara adab berdoa agar segera terkabul adalah ketika sedang terjadi peperangan, sujud, ketika turun hujan, waktu antara adzan dan iqamah dan menjelang berbuka ketika berpuasa.

Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata: “Sesungguhnya pintu-pintu langit terbuka saat peperangan sedang berkecamuk, saat turun hujan, dan saat iqamah pada sholat wajib. Maka manfaatkanlah ketika itu untuk berdoa.” (Syarhus Sunnah al-Baghawi 1: 327)

Nabi SAW bersabda: “Doa di antara waktu adzan dan iqamah tidak tertolak.” (HR. Abu Daud, An-Nasa’i, dan At-Tirmidzi)

Nabi SAW bersabda: “Keadaan terdekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah saat bersujud. Maka perbanyaklah untuk berdoa.” (HR. Muslim)

3. Menghadap Kiblat dan Mengangkat Tangan

Adab berdoa selanjutnya adalah menghadap ke arah qiblat serta mengangkat tangan. Diriwayatkan dari Jabir radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi SAW saat berada di Padang Arafah menghadap kiblat dan terus berdoa hingga matahari terbenam. (HR. Muslim)

Diriwayatkan dari Salman radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya Tuhan kamu sekalian itu Malu & Maha Memberi. Dia malu kepada hambanya ketika hamba itu mengangkat tangan kepadanya namun kembali dengan tangan kosong.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Cara mengangkat tangan:

Ibnu Abbas radhiallahu’anhu berkata: Nabi SAW ketika berdoa menggabungkan kedua telapak tangannya & mengangkatnya setinggi wajahnya (wajah menghadap telapak tangan). (HR. At-Thabrani)
Catatan: Tidak boleh melihat ke atas ketika berdoa.

4. Dengan Suara Pelan dan Tidak Dikeraskan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا

“Janganlah kamu mengeraskan doamu dan jangan pula merendahkannya (menyamarkannya;pelan) dan carilah jalan tengah di antara kedua jalan itu.” (QS. Al-Isra: 110)

Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji Nabi Zakariya ‘alaihis salam yang berdoa dengan khusyu’ dan suara lirih (sedang).

ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا (2) إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا

“(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hambaNya Zakaria [2]
Yaitu ketika ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.” (QS. Maryam: 2–3)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

“Berdoalah kalian kepada Tuhan kalian dengan merendah diri dan dengan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak suka orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 55)

Dari Abu Musa radhiallahu’anhu: Suatu saat para sahabat pernah dzikir dengan berteriak-teriak. Kemudian Nabi SAW mengingatkan:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ ، فَإِنَّكُمْ لاَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا ، إِنَّهُ مَعَكُمْ ، إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ

“Wahai para manusia, kasihanilah diri kalian. Sesungguhnya kalian tidaklah menyeru kepada Dzat yang tuli dan tidak ada, sesungguhnya Allah beserta kalian, Dia adalah Dzat yang Maha mendengar lagi Maha dekat.” (HR. Bukhari)

5. Merendahkan Hati, Khusyu’ dan Penuh Harap

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegera dalam kebaikan dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90)

6. Memantapkan Hati dan Yakin akan Terkabulnya Doa

Nabi SAW bersabda:

لا يقل أحدكم إذا دعا اللهم اغفر لي إن شئت اللهم ارحمني إن شئت ليعزم المسألة فإنه لا مُكرِه له

“Janganlah diantara kalian ketika berdoa berkata: ‘Ya Allah ampunilah aku jika Engkau menghendaki. Ya Allah belas kasihilah aku jika Engkau menghendaki. Hendaknya ia memantapkan permohonannya, sebab tidak ada yang memaksa Allah.” (HR. Bukhari & Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi SAW bersabda: “Apabila kalian berdoa, hendaknya memantapkan permohonannya. Sebab Allah tidak keberatan dan kesulitan mewujudkan sesuatu.” (HR. Ibn Hibban)

7. Mengulang-ulang Doa dan Merengek-rengek Dalam Berdoa

Ibn Mas’ud berkata: “Rasulullah SAW apabila berdoa beliau mengulang-ulang sampai tiga kali. Dan apabila beliau memohon kepada Allah, beliau mengulanginya hingga tiga kali. (HR. Muslim)

Kemudian juga merengek-rengek dalam berdoa, misalnya “Yaa Allah ampunilah hambu-MU ini, ampunilah dosa-dosa hambu-Mu, ampunilah Yaa Allah hambu-MU yang penuh dosa ini. Hal ini menunjukkan bersungguh-sungguh dalam berdoa.

8. Tidak Tergesa-gesa Segera Dikabulkannya Doa

Rasulullah SAW bersabda:

يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِى

“Akan dikabulkan (doa) diantara kalian selama tidak tergesa-gesa berkata ‘Saya telah berdoa namun belum dikabulkan‘.” (HR. Bukhari dan Muslim)

9. Memulai Doa dengan Memuji Allah dan Bershalawat Atas Nabi SAW

Bagian dari adab yang paling penting ketika berdoa adalah diawali dengan memuji kepada Allah dan bersholawat kepada Nabi SAW. Memuji kepada Allah ini bisa dengan membaca “Hamdalah” atau “asmaul husna”.

Nabi SAW pernah mendengar orang berdoa yang tidak memuji kepada Allah dan tidak bershalawat kepada beliau. Kemudian Nabi SAW bersabda: “Orang ini terburu-buru.” kemudian beliau bersabda:

إذا صلى أحدكم فليبدأ بتحميد ربه جل وعز والثناء عليه ثم ليصل على النبي صلى الله عليه وسلم ثم يدعو بما شاء

“Apabila di antara kalian berdoa, hendaknya mengawalinya dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian hendaklah bershalawat kepada Nabi SAW. Kemudian berdoalah kalian sesuai kehendak.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani)

Selain itu, perbanyak pula memohon ampunan dan taubat kepada Allah. Sebab, salah satu penghalang doa adalah dosa, maka perbanyak lah memohon ampunan dan taubat kepada Allah.

10. Hindari Mendoakan Keburukan

Dari Jabir radhiallahu’anhu, Nabi SAW bersabda:

لا تدعوا على أنفسكم، ولا تدعوا على أولادكم، ولا تدعوا على خدمكم، ولا تدعوا على أموالكم، لا توافق من الله ساعة يسأل فيها عطاء فيستجاب لكم

“Janganlah di antara kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, jangan mendoakan (keburukan) anak-anak kalian, jangan mendoakan (keburukan) pembantu kalian, jangan mendoakan (keburukan) harta kalian. Bisa jadi ketika hamba berdoa kepada Allah bertepatan dengan waktu yang mustajab, maka Allah kabulkan bagi mereka.” (HR. Abu Daud)

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi SAW bersabda:

لا يزال الدعاء يستجاب للعبد ما لم يدع بإثم أو قطيعة رحم

“Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturrahim.” (HR. Muslim dan Abu Daud)

Dirangkum dari berbagai sumber. Wallahu a’lam

Doa setelah sholat fardhu di atas adalah standar doa sholat ala NU. Semoga bermanfaat.

6 pemikiran pada “Bacaan Doa Setelah Sholat Fardhu Ringkas [Ala Wong NU]

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: