Menganalisa Keadilan TUHAN Melalui Kekalahan INDONESIA VS THAILAND

Indonesia vs thailand

prediksibolainfo.com

Saya adalah penggila bola, tak ada keraguan dukungan saya untuk tim nasional Indonesia yang baru saja usai kalah melawan Thailand di final. Namun saya tidak begitu kaget dengan kekalahan ini, karena saya melihat Indonesia memang belum begitu siap untuk menjadi juara. Kapasitas hati Indonesia masih kurang mampu untuk menampung anugerah juara dari Tuhan.

Masih ada diantara rakyat Indonesia yang kurang bisa bersabar saat kalah dan ada yang kurang bisa bersyukur jika menang. Dan nyatanya memang demikianlah keadilan Tuhan dalam memberikan anugerahnya kepada hamba-hambanya.

Sebagaimana seorang ayah yang baik tidak akan memberikan sepeda motor kepada anaknya yang memintakarena dianggap belum pantas untuk memiliki dan menggunakannya, bisa jadi dia malah bertambah sombong dan pamer kepada teman-temannya dengan sepeda motor barunya. Belum lagi pertimbangan keamanan.

Dan kepantasan belum juaranya Indonesia ini ditambah lagi dengan reaksi dari beberapa rakyat yang belum bisa menerima kekalahannya. Bukankah mental juara itu selalu siap dalam menerima kemenangan atau kekalahan. Bahkan saya berfikir kalau Indonesia baru bisa juara jika sebagian besar rakyatnya sudah benar-benar bisa bersabar menerima kekalahan dan bersyukur dengan kemenangan.

PERCAYA ATAU TIDAK, , ORANG YANG MENGGOBLOK-GOBLOKAN INDONESIA, YANG BICARA ASU CELENG DENGAN KEKALAHAN INDONESIA, YANG EMOSINYA MEMUNCAK DENGAN KEKALAHAN INDONESIA, JUSTRU MEREKALAH SALAH SATU PENYEBAB KEKALAHAN INDONESIA.

SESUATU YANG SEMAKIN DIPAKSAKAN ITU AKAN SEMAKIN JAUH. TUHAN KOK DIPAKSA, IYA DIPAKSA, DIPAKSA MEMBERIKAN TAKDIR KEMENANGAN KEPADA INDONESIA.

Percayalah bahwa Tuhan itu maha adil. Tuhan akan memberikan anugerahnya hanya pada yang pantas saja. Bukan anugerahnya yang kita cari dan kejar, tapi bagaimana cara dan sikap kita dalam menerima anugerah Tuhan itu sendiri. Jika diberi kemenangan (anugerah) tapi akhirnya menjadikan takabbur dan sombong, itu malah musibah namanya.

Jika demikian, kekalahan ini justru bisa menjadi anugerah, anugerah dihindarkan dari sikap takabbur dan sombong, serta anugerah untuk bisa bersabar. Kapan lagi kita akan bersabar jika bukan dalam keadaan seperti ini. Kekalahan yang disabari akan menghasilkan kemenangan yang disyukuri. Kekalahan yang diingkari akan menghasilkan kemenangan yang kufuri berupa takabbur dan sombong.

M. Arifuddin

Add Comment