Manfaat dan Kandungan Kulit Singkong Beserta Kegunaannya

Artikel kali ini akan membahas tentang kandungan manfaat kulit singkong. Kandungan kulit singkong yang begitu komplek dapat dimanfaatkan dalam berbagai hal. Seperti halnya manfaat kulit semangka, manfaat kulit pisang dll.

Kulit singkong dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, pupuk organik, bio energi dll. Padahal dalam kenyataannya kulit singkong seringkali dianggap sebagai sampah ataupun limbah yang mencemarkan.

Setelah membaca artikel ini, semoga kita bisa lebih menghargai kulit singkong. Keberadaannya bisa menjadi sesuatu yang bernilai dan bukan lagi menjadi sampah yang selama ini dianggap menjadi sesuatu yang tidak berguna.

Manfaat Kulit Singkong

manfaat kulit singkong
sumber: agrifood.id

Singkong sendiri dapat tumbuh subur di Indonesia. Tanaman singkong merupakan tanaman yang seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan mulai dari umbi, batang sampai daunnya. Umbi singkong adalah bagian yang pemanfaatannya paling banyak. Umbi singkong dapat diolah menjadi berbagai macam makanan.

Daunnya dapat digunakan sebagai sayuran. Sayur daun singkong bahkan menjadi favorit bagi beberapa orang. Sedangkan batangnya dapat dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Lebih jelasnya, berikut adalah beberapa manfaat dari kandungan kulit singkong:

Sebagai Pakan Ternak

Kulit singkong dapat diolah menjadi makanan sebagai makanan tambahan untuk ternak, bisa juga digunakan sebagai pengganti rumput lapangan. Kulit singkong dijadikan sebagai makanan alternatif ternak ini karena kandungan kulit singkong yang berupa asam sianida yang sangat berpotensi.

Kulit singkong mengandung sianida antara 150 sampai 360 mg HCN per kg dari berat segar. Namun besarnya kandungan itu bervariasi tergantung dari jenis/vatietas dari tanaman singkongnya sendiri.

Pada ternak dombadapat mentoleransi asam sianida sampai dalam konsentrasi 2,5 – 4,5 ppm per kg dari bobot hidup. Dalam peneletian yang lain juga disebutkan bahwa mengkonsumsi asam sianida yang aman dari racun yaitu di bawah 30 ppm.

Tingginya asam sianida pada kulit singkong ini bisa menimbulkan gejala keracunan pada ternak jika dikonsumsi. Meski demikian, kulit singkong mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi yang dipercaya dapat menggemukan ternak.

Sebagai Pupuk Organik

Kulit singkong juga bisa dimanfaatkan penggunaannya sebagai pupuk organik atau pupuk kompos. Kompos dari kulit singkong ini berguna bagi kesuburan tanah, kompos ini juga bermanfaat untuk menutrisi pertumbuhan tanaman. Selain itu juga dapat berfungsi sebagai pembasmi hama bagi tumbuhan karena kulit singkong ini mempunyai kandungan yang yang diperlukan oleh tanaman, diantaranya yaitu O (28,74%), N (2,06%), S (0,11%), C (59,31%), H (9,78%), dan H2O (11,4%).

Sebagai Bio Energi

Kulit singkong adalah satu diantara sumber bioethanol yang bersumber dari bahan berserat yang bisa dipakai untuk bahan bakar menggantikan minyak seperti solar dan bensin. Teknologi pembuatan bioethanol sendiri melalui proses hidrolisa asam dan enzimatis. Meskipun begitu perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai proses pembuatan bioethanol ini agar bisa menghasilkan boethano berkualitas yang baik dan ramah lingkungan.

Mengurangi Kadar Logam Berat

Kulit singkong juga bisa digunakan untuk mengurangi kadar logam berat berbahaya dalam tubuh. Logam berat tersebut berupa timbal, tembaga dan cadmium. Logam-logam ini disebut berat karena konsentrasi kecilnya bisa bersifat beracun dan berbahaya. Logam berat ini diindikasikan bisa masuk kedalam tubuh melalui makanan, minuman dan pernafasan.

Itulah beberapa manfaat kulit singkong yang begitu banyak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: