Pengertian Koperasi, Jenis dan Cara Kerjanya

Seringkali kita mendengar koperasi. Bahkan sejak masih duduk di bangku sekolah. Sebetulnya apa sih pengertian koperasi itu? Jika ditingkatan sekolah ada koperasi siswa yang menyediakan berbagai kebutuhan sekolah mulai dari alat tulis, seragam sekolah, bukupelajaran, sampai aneka makanan dan minuman.

Sementara itu, di kantor atau instansi ada yang namanya koperasi karyawan. Selain menyediakan kebutuhan karyawan, koperasi pegawai atau karyawan ini juga menyediakan simpan pinjam.

Di antara Anda mungkin sudah ada yang menjadi anggota koperasi atau sering memanfaatkan jasa koperasi untuk meminjam uang atau memenuhi kebutuhan lainnya. Sebelum melangkah lebih lanjut, mari kita pahami dulu pengertian koperasi.

Pengertian Koperasi

Koperasi merupakan sebuah organisasi ekonomi yang dibentuk dan digerakkan oleh sekelompok orang untuk tujuan kepentingan bersama. Prinsip dasar koperasi adalah gerakan ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan. Tujuan utama koperasi adalah mensejahterakan anggotanya.

Setoiap anggota koperasi punya hak dan kewenangan yang sama. Merekajuga punya hak untuk mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) di akhir tahun atau pada kurun waktu tertentu.

Mohammad Hatta, Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama sering disebut sebagai bapak koperasi. Dia mengatakan bahwa tujuan koperasi bukanlah untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Akan tetapi memenuhi kebutuhan bersama dan sebagai tempat untuk pelaku ekonomi kecil dan menengah memasarkan hasil produksi mereka.

Pengertian Koperasi Menurut Para Ahli

Ada beberapa pengertian koperasi menurut para ahli. MohammadHatta, mengatakan koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki kehidupan ekonomi anggotanya dengan prinsip tolong menolong. Pendapat Munkner, koperasi adalah organisasi tolong menolong yang menjalankan usaha secara bersama. Kegiatan yang dilakukan bertujuan ekonomi, berbeda dengan tujuan sosial yang seperti prinsip gotong royong.

Koperasi ada pula landasan hukumnya, yaitu Undang-undang Nomor 25 tahun 1992.  Menurut undang-undang tersebut koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan sekelompok orang atau badan koperasi. Kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi untuk rakyat yang berdasarkan azas kekeluargaan.  

Tidak mencari keuntungan sendiri dan bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya, membuat koperasi berbeda dengan jenis badan usaha lainnnya.  

Jenis-Jenis Koperasi

Jika melihat dari pengertiannya, tentu ada beberapa jenis koperasi di Indonesia. Itu bisa dibedakan dari lingkup tempatnya didirikan dan jenis usahanya. Koperasi ini tidak dijalankan begitu saja, ada payung hukum berupa undang-undang sehingga pelaksanaannya pun legal. Berdasarkan undang-undang No 17 tahun 2012 berikut ini adalah jenis-jenis koperasi di Indonesia:

1. Koperasi Konsumen

Koperasi konsumen biasanya menyediakan barang-barang konsumsi sehari-hari. Seperti sembako dan kebutuhan pokok lainnya. Biasanya ini berada di lingkungan perumahan, kelurahan, koperasi karyawan, koperasi siswadan lain-lain. Harga jualnya pun lebih murah dari toko lainnya. Keuntungan yang didapat akan dibagikan ke anggotanya.

2. Koperasi Produsen

Pembeda antara koperasi konsumen dan koperasi produsen adalah barang yang dijual. Jika koperasi produsen, biasanya menjual barang-barang produksi anggotanya. Misalnya saja koperasi peternak ayam. Mereka akan menjual telur ayam atau hasil olahan dari ayam lainnya. Biasanya di koperasi ini juga disediakan berbagai kebutuhan anggotanya seperti pakan ayam, vitamin, atau suplemen yang dibutuhkan oleh peternak ayam. Demikian pula dengan koperasi produsen lainnya.

3. Koperasi Simpan Pinjam

Jenis koperasi ini menyediakan simpan pinjam ke anggotanya. Koperasi simpan pinjam ini biasanya memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk meminjam dana dengan persyaratan yang mudah dan bunga ringan. Koperasi simpan pinjam biasanya ada di perkantoran atau perusahaan.

Selain memberikan fasilitas pinjaman, ada pula yang menabung dengan jangka tertentu dan tentu saja tujuannya untuk membantu anggota lain yang membutuhkan.

4. Koperasi Serba Usaha

Koperasi ini menyediakan layanan lengkap mulai dari barang kebutuhan sehari-hari sampai dengan simpan pinjam. Koperasi ini biasanya dikelola secara profesional dan memiliki toko yang cukup besar dan menyediakan kebutuhan masyarakat sekitar, bukan saja anggotanya. Harganya pun cenderung lebih murah dibandingkan toko kelontong biasa.

Hak Dan Kewajiban Anggota

Setiap koperasi yang dibentuk tentunya akan memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Nah, salah satu kewajiban anggota adalah mematuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang telah ditetapkan.  Sebagai anggota tentunya tak bisa bersikap pasif dan hanya menunggu SHU saja.

Anggota koperasi juga diwajibkan untuk aktif dalam kegiatan usaha. Misalnya terlibat dalam jual beli, ikut membeli barang yang dijual di koperasi atau aktif dalam simpan pinjam.

Selain itu, anggota koperasi juga diharapkan juga mengembangkan dan memelihara asas kekeluargaan. Artinya tidak berbuat curang atau hal lain di luar aturan main dan juga anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

Selain kewajiban, ada juga hak yang didapat sebagai anggota koperasi. Hak sebagai anggota koperasi antara lain menghadiri rapat anggota serta mengemukakan pendapat mereka. Selain itu mereka juga berhak untuk dipilih dan memilih pengurus koperasi.

Hak anggota lainnya adalah mendapatkan fasilitas dan pelayaan yang sama antar anggota koperasi. Artinya, anggota ini juga berhak meminjam uang jika memenuhi persyaratan, tentunya jika masih ada kuota atau dana yang tersedia untuk menjalankan koperasi simpan pinjam.

Keanggotaan koperasi pada dasarnya tidak ada paksaan. Artinya siapa saja secara terbuka boleh menjadi anggota koperasi. Setiap anggota koperasi akan mendapatkan SHU pada jangka waktu tertentu. Perlu dipahami bahwa SHU ini juga harus disesuaikan dengan modal usaha yang diberikan. Jangan sampai ketika modal usaha yang diberikan besar akan tetapi SHU yang didapatkan kecil atau sebaliknya.

Modal Usaha Koperasi

Modal usaha koperasi berasal dari anggotanya. Ada yang disebut simpanan pokok dan simpanan wajib. Simpanan pokok ini dibayarkan ketika pertama kali menjadi anggota. Dan simpanan wajib dibayarkan secara rutin setiap bulan dengan jumlah yang disepakati sebelumnya. Untuk simpanan wajib, tidak boleh diambil sewaktu-waktu.

Ada juga yang disebut simpanan sukarela. Sesuai dengan namanya simpanan ini bersifat sukarela. Artinya jumlahnya tidak disepakati, terserah anggota dan tidak diberikan setiap bulan. Simpanan sukarela ini bisa diambil kapan saja apabila anggota membutuhkan dana.

Modal koperasi juga berasal dari dana cadangan. Ini adalah SHU yang tidak dibagikan ke anggota. Jumlahnya sesuai dengan kesepakatan pada rapat anggota. Sementara dana lainnya bisa berasal dari hibah, pinjaman, atau sumber dana lain yang sah dan sesuai dengan aturan yang ada.

Rapat anggota memegang kekuasaan tertinggi di koperasi. Selain itu, ada juga pengurus yang menjalankan koperasi. Pengurus ini dipilih dalam rapat anggota pada masa jabatan lebih kurang lima tahun. Selain pengurus ada yang disebut pengelola. Mereka ini yang menjalankan roda usaha koperasi sesuai arahan pengurus.

Demikian pengetahuan tentang koperasi yang bisa menjadi tambahan pengetahuan. Pastinya koperasi akan menguntungkan anggotanya. Agar koperasi terus berjalan dan bisa membagikan keuntungan secara rutin bukan hanya pengelolaan yang profesional. Akan tetapi, juga keaktifan anggota misalnya dengan rutin membeli barang di koperasi atau terlibat dalam kegiatan simpan pinjam.

Loading...

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: