Pengertian Puisi, Jenis dan Unsur-unsurnya

PUISI – Karya sastra merupakan suatu bentuk ekspresi seseorang dalam mengungkapkan pikiran dan perasaan. Ada berbagai macam karya sastra seperti novel, prosa, dan puisi. Berbicara mengenai puisi, bentuk karya sastra yang satu ini mempunyai ciri khas yang membedakannya dengan karya lain. Tidak heran jika puisi dianggap sebagai karya sastra tingkat tinggi. Apakah pengertian puisi yang sesungguhnya?

Para ahli mempunyai pendapat yang berbeda mengenai makna dan pengertian dari puisi. Namun perbedaan tersebut tidak menafikkan bahwa puisi merupakan sebuah karya sastra yang mempunyai keindahan karena keterikatan dengan irama, lirik, bait, dan makna. Untuk Anda yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai puisi, berikut pengertian, jenis, unsur, dan struktur puisi untuk Anda ketahui.

Pengertian Puisi

pengertian puisi

cabiklunik.blogspot.com

Secara umum, puisi dapat dimaknai sebagai karya sastra yang mengandung unsur diksi, ritme, irama, lirik, serta penggunaan kata kiasan dalam setiap bait. Penggunaan unsur-unsur tersebut bertujuan untuk menciptakan keindahan bahasa yang dirangkai menjadi sebuah karya. Tak jarang puisi merupakan ungkapan perasaan dan pemikiran dari sang penyair.

Selain pengertian secara umum, para ahli juga mempunyai pemikiran berbeda mengenai pengertian dari puisi. Beberapa tokoh terkemuka sepanjang masa seperti Aristoteles, William Shakespeare, hingga Parrine mempunyai pendapat yang berbeda mengenai karya sastra yang begitu indah ini. Apa saja pengertian karya puisi menurut para ahli?

1. Pengertian Puisi Menurut Hudson

Menurut Hudson, yang dimaksud dengan puisi adalah cabang sastra yang menggunakan rangkaian kata sebagai media penyampaian. Proses penyampaian tersebut kemudian menghasilkan imajinasi serta ilusi. Hudson juga menyamakan karya sastra puisi dengan lukisan yang menggunakan warna dan garis untuk menggambarkan perasaan dan pikiran sang pelukis.

2. Pengertian Puisi Menurut Aristoteles

Tokoh yang terkenal sepanjang masa ini mempunyai pandangan perbeda mengenai arti puisi. Bagi Aristoteles, puisi adalah sebuah fragmen di mana penyair bisa menggambarkan puisi dalam tiga genre, yaitu komik, epik, dan tragis. Dalam pembuatannya, dikembangkan aturan untuk membedakan puisi berkualitas tinggi pada setiap genre. Aturan tersebut dibuat berdasarkan tujuan masing-masing genre.

3. Pengertian Puisi Menurut Parrine

Menurut Parrine, puisi merupakan suatu bentuk karya sastra yang padat dan terkonsentrasi. Mengapa demikian? Parrine menggambarkan bahwa setiap puisi cenderung memakai sedikit kata pada komposisinya. Meskipun demikian, makna yang diungkapkan jauh lebih banyak daripada kata-kata yang digunakan. Hal inilah yang menyebabkan Parrine mengatakan bahwa puisi mempunyai komposisi padat.

4. Pengertian Puisi Menurut Herman Waluyo

Tidak hanya tokoh luar negeri, sastrawan Indonesia juga mempunyai pendapat mengenai pengertian dari puisi. Menurut Herman Waluyo, puisi bisa diartikan sebagai sebuah karya sastra tertulis yang ditulis paling awal dalam sejarah manusia. Puisi juga merupakan sarana untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran secara imajinatif melalui kekuatan bahasa.

5. Pengertian Puisi Menurut Najid

Pendapat lain datang dari Najid. Sastrawan yang satu ini mendefinisikan puisi sebagai salah satu bentuk karya sastra. Lebih dalam lagi, puisi merupakan bentuk sastra imajinatif yang lebih mengutamakan nilai seni, unsur fiksionalitas, serta rekayasa bahasa.

Bisa Anda perhatikan bahwa meskipun beberapa tokoh mempunyai definisi yang berbeda-beda, pada dasarnya mereka mengakui bahwa puisi merupakan suatu bentuk karya sastra yang mempunyai unsur imajinatif. Puisi juga menjadi sarana bagi penyair untuk menyampaikan isi pikiran dan perasaan melalui penggunaan kata-kata kiasan yang indah.

Jenis-jenis Puisi

jenis jenis puisi

deathrockstar.club

Bagaimana dengan jenis-jenis puisi? Secara garis besar, puisi terbagi menjadi 2 macam yaitu puisi lama dan puisi baru. Apakah perbedaan kedua jenis puisi tersebut? Bagaimana pula ciri-ciri setiap jenis puisi? Berikut ulasan lengkap untuk Anda.

1. Puisi lama

Yang dimaksud dengan puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah kata dalam 1 bait dan baris, rima (persajakan), banyak suku kata, dan irama. Puisi lama relatif mudah untuk dikenali apabila Anda memperhatikan aturan-aturannya.

Adapun puisi lama mempunyai ciri-ciri diantaranya adalah: tidak diketahui pengarangnya; disampaikan dari mulut ke mulut; dan terikat aturan. Puisi lama sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

  • Mantra: puisi ini berisi ucapan yang dipercaya mempunyai kekuatan gaib.
  • Pantun: puisi ini mempunyai ciri sajak a-b-a-b dengan jumlah baris pada setiap baik sesuai dengan aturan. Pantun cukup bervariasi, mulai dari pantun anak-anak hingga pantun nasehat.
  • Seloka: puisi jenis ini hampir mirip dengan pantun namun berkait.
  • Syair: jenis puisi lama ini berasal dari Arab dan mempunyai ciri sajak berakhiran a-a-a-a

2. Puisi baru

Lain halnya dengan puisi baru, karya sastra yang satu ini tidak terikat oleh aturan baik dari bentuk, rima, maupun jumlah baris dan suku kata. Puisi baru relatif lebih mudah untuk dibuat karena tidak mempedulikan aturan sebagaimana puisi lama.

Puisi baru mempunyai ciri khas yang membedakannya dengan karya sastra lain. Adapun ciri-ciri tersebut antara lain memiliki bentuk yang simetris, persajakan akhir teratur, biasanya empat seuntai, pada setiap baris diawali gatra, dan pada umumnya tiap gatra mempunyai dua kata. Ada berbagai jenis puisi baru yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  • Balada: jenis ini merupakan puisi yang mengandung kisah atau cerita.
  • Himne: puisi baru ini berisi pujaan kepada Tuhan, pahlawan, atau tanah air.
  • Romansa: puisi ini mengandung ungkapan perasaan cinta dan kasih.
  • Elegi: puisi ini berbanding terbalik dengan romansa karena berisi duka dan kesedihan
  • Satire: merupakan jenis puisi baru yang berisi kritikan atau sindiran.

BACA: Pengertian dan Contoh Musikalisasi Puisi

Unsur-Unsur Puisi

unsur unsur puisi

Untuk mengulas lebih dalam mengenai pengertian puisi, Anda juga perlu mengetahui unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah karya sastra puisi. Pada dasarnya unsur puisi terdiri dari dua struktur, yaitu struktur fisik dan struktur batin. Adapun maksud dari kedua struktur tersebut adalah:

1. Struktur fisik

Struktur fisik sebuah puisi mengacu pada unsur yang pembentuk yang terlihat dari luar dan dapat dilihat secara langsung. Struktur fisik puisi terdiri dari tipografi, diksi (pemilihan kata), imaji (susunan kata), kata konkret, gaya bahaya, dan rima. Setiap unsur tersebut dapat diidentifikasi secara langsung ketika Anda membaca sebuah puisi.

Setiap jenis puisi menggunakan struktur yang berbeda. sebagai contoh, puisi romansa menggunakan diksi yang memberikan kesan penuh cinta dan romantis. Gaya bahasa yang digunakan juga membuat pembaca seolah-olah ikut merasakan jatuh cinta. Lain halnya dengan puisi satire yang berisi kritikan, diksi yang digunakan tentunya lebih mengarah kepada kata sindiran untuk menyampaikan maksudnya.

2. Struktur batin

Yang dimaksud dengan struktur batin adalah unsur yang membentuk sebuah karya puisi namun tidak dapat diidentifikasi secara langsung. Diperlukan analisa lebih dalam untuk menentukan struktur batin sebuah karya puisi yang terdiri dari tema, rasa, nada, serta tujuan penyair untuk menciptakan puisi tersebut.

Seseorang tidak bisa menentukan secara langsung tema atau rasa yang diungkapkan oleh penyair tanpa melakukan analisa menyeluruh. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa mengidentifikasi struktur batin sebuah karya puisi cenderung lebih sulit.

Category:
Literatur Puisi
Tags: