Mengenal Psikologi Kepribadian, Karena Setiap Pribadi Itu Unik

Psikologi kepribadian setiap manusia itu unik. Ada manusia yang jika berada dalam posisi ramai akan lebih hidup. Ada juga yang sebaliknya, lebih suka dalam keadaan tenang dan diam. Ada yang begitu antusias tampil di depan layar. Ada juga yang lebih puas berada di belakang layar.

Berdasarkan sifatnya, manusia akan lebih cepat berkembang jika dididik berdasarkan psikologi kepribadiannya. Orang tua dan pendidik perlu mengetahui karakter yang ada pada diri seorang anak. Oleh karenanya, Ilmu Psikologi Kepribadian ini menjadi penting untuk dipelajari.

Selanjutnya, ada dua faktor yang dapat mempengaruhi kepribadian manusia. Yaitu faktor turunan dan lingkungan. Faktor turunan adalah faktor bawaan dari sifat keluarganya. Yaitu yang sering dikaitkan sebagai sifat alami hasil pembagian dari tuhan. Faktor ini biasa disebut sebagai faktor internal.

Sedangkan faktor lingkungan adalah hal-hal yang dapat mempengaruhi kepribadian manusia dari luar dirinya sendiri. Atau disebut juga sebagai faktor eksternal.

Para ahli psikologi menggolongkan kepribadian manusia dalam beberapa golongan. Mungkin tidak sepenuhnya benar, oleh karenanya ilmu ini hanyalah bersifat wawasan.

Psikologi Kepribadian Menurut Teori Galen

Teori ini dikemukakan oleh seorang filsuf dan dokter yang bernama Claudius Galen pada tahun 129 – 200 Masehi. Teori ini adalah hasil perkembangan dari Yunani kuno yang mengatakan bahwa ada empat elemen dasar dalam tubuh manusia, yaitu tanah, udara, api, dan air.

Dari teori ini Galen berpendapat bahwa terdapat perbedaan kepribadian dari porsi banyaknya air yang terdapat dalam tubuh.

Inilah kepribadian manusia menurut Galen:

1. Koleris

Psikologi kepribadian Koleris
Kepribadian Koleris: Sang Pemimpin, Bos Besar

Adalah orang dangan kepribadian suka mengatur. Tidak ingin ada penonton dalam aktifitasnya. Karena sifatnya yang bossy biasanya banyak yang menghindarinya agar tidak menjadi korban karakternya. Orang dengan type ini sangat suka dengan tantangan dan petualangan. Semangat yang tinggi dan punya rasa ”hanya saya yang bisa menyelesaikan ini”. Sangat tegas, kuat, cepat dan tangkas.

Orang dengan type ini sangat cocok dijadikan sebagai pemimpin. Ia juga orang yang sangat dinamis, pengambil keputusan, berprinsip, produktifitas tinggi dan berkemauan keras. Biasanya unggul dalam keadaan darurat. Tapi orang dengan tapi ini sangat mudah marah, tidak sabaran, tidak suka yang brtele-tele, dan tidak suka air mata.

2. Sanguinis

Psikologi kepribadian Sanguinis
Kepribadian Sanguinis: Sang Artis, Populer, Tampil di Depan layar

Yaitu kepribadian yang senang diperhatikan. Hidupnya ceria penuh dengan warna-warni. Emosinya transparan bergejolak. Sangat suka berbicara tanpa henti. Kadang berteriak kegirangan dan setelah itu menangis tersedu-sedu. Memiliki kecenderungan berfikir pendek. Sedikit pelupa. Sulit berkonsentrasi. Hidupnya kurang teratur dan kurang mampu untuk berdisiplin dengan waktu.

Orang dangan type ini juga penuh antusias. Suka mengekspresikan diri. Penuh rasa ingin tahu. Hidup di masa sekarang. Banyak kegiatan dan keinginan. Berhati tulus. Menyenangkan ala kekanak-kanakan. Senang berkumpul. Sering muncul dipermukaan umum. Menjadi pusat perhatian. Menyenangkan dan banyak dicemburui. Spontanitas. Mudah memaafkan. Selalu menghindar dari hal-hal yang membosankan.

3. Melankolis

Psikologi kepribadian Melankolis
Kepribadian Melankolis: Sang Teratur, Rapi, Pemalu, Di Balik Layar

Yaitu kepribadian yang cenderung hidup teratur, rapi, tersusun, dan terpola. Umumnya suka dengan fakta, data, angka, dan sering memikirkan sesuatu secara mendalam (baper). Jika dalam suatu perkumpulan orang sanguinis selalu mendominasi. Maka orang Melankolis lebih cenderung untuk menganalisa, memikirkan dan mempertimbangkan. Dan apa yang ia ucapkan adalah hasil dari pemikirannya yang mendalam sekali.

Orang dengan type ini juga sangat serius, terarah, musikal dan kreatif, sensitif, mengorbankan diri dan idealis. Sering merasa puas dibelakang layar, menghindari perhatian, mau mendengarkan keluhan, setia, dan sangat perhatian dengan orang lain.

Seseorang dengan type ini memiliki kelemahan sering murung dan tertekan. Mudah merasa bersalah, pendendam, sulit bersosialisasi, sensitif terhadap kritik yang menantang, hidup berdasarkan definisi, sulit mengungkapkan perasaan, dan skeptis terhadap pujian.

4. Plegmatis

Psikologi Kepribadian Plegmatis
Kepribadian Plegmatis: Sang Cinta Damai, Suka Mengalah, Penunda

Type ini adalah kebalikan dari koleris. Bahasa sederhanya “Ngalahan”. Tidak suka konflik. Daripada ribut. Lebih baik ngalah. Suka damai. Jika ada masalah akan mencari solusi yang tidak menimbulkan pertengkaran. Mau merugi asal masalahnya selesai. Terlihat kurang semangat, kurang teratur, cenderung diam, kadang bersikap dingin, dan sering menunda-nunda.

Kelebihannya, kalau menyelesaikan masalah biasanya sangat menyenangkan, bijaksana, santai, tenang, simpatik dan baik hati. Sering menyembunyikan perasaan. Jika Koleris lebih suka sesuatu yang menantang. Maka Plegmatis lebih memilih sesuatu yang mudah.

Secara umum juga seorang yang penakut. Khawatir. Kadang keras kepala dan sulit diajak kompromi. Ia juga seorang yang pemalu dan pendiam. Humornya garing. Lebih suka menjadi penonton daripada terlibat secara langsung.

*****

Menurut Florence Litteur dalam penelitiannya, ke empat watak itu pada dasarnya terdapat pada setiap orang. Hanya kadarnya saja yang beda. Oleh sebab itu kebanyakan kepribadian manusia adalah hasil dari kombinasi dua sifat-sifat tersebut. Yaitu: Koleris-Sanguinis, Koleris-Melankolis, dan Plegmatis-Melankolis.

Psikologi Kepribadian Menurut Teori DISC

William Moulton Marston mengemukakan empat faktor penting dalam megukur kepribadian manusia, yaitu Dominance, Influence, Steadine, dan Compliance( DISC).

Jika dibandingkan dengan teori Galen, teori DISC ini akan memiliki sebuah kemiripan. Berikut penjelasan dari teori DISC:

1. Dominan

Sifatnya mendominasi, orang dengan type ini memiliki sifat yang tegas, teguh pendirian dan sulit untuk merubah pendapatnya. Ketakutan terbesar type ini sangat takut jika dimanfaatkan orang lain. Pada teori Galen mirip dengan Koleris.

2. Influence (Intim)

Sifatnya memberikan pengaruh, memiliki sifat yang persuasif dan senang mempengaruhi orang di sekitarnya. Ketakutan terbesar type ini yaitu sebuah penolakan. Pada teori Galen mirip dengan Sanguinis.

3. Compliance (Cermat)

Dengan sifatnya yang cermat, orang dengan type ini cenderung analitis, sangat hati-hati dan memiliki etos kerja yang tinggi. Ketakutan terbesar type ini adalah kritik. Pada teori Galen mirip dengan Melankolis.

4. Stabil

Sifatnya yang stabil membuat orang dengan type ini selalu tenang, mau mendengarkan curhatan dengan baik dan tidak suka dengan adanya perubahan (tidak cepat bosan). Ketakutan terbesar type ini yaitu kehilangan rasa aman. Pada teori Galen mirip dengan Plegmatis.

*****

Selain beberapa sifat di atas. Ada juga istilah lain yang digunakan dalam psikologi kepribadian atau penggolongan karakter seseorang. Yaitu teori Introvert – Extrovert – dan Ambivert.

Loading...

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: