Penjelasan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam

ISLAM – Rukun Iman dan Rukun Islam adalah dua perkara yang harus ada pada diri seorang Muslim dan Mu’min. Islam adalah agama perdamaian, sejahtera, lurus dan pembawa keselamatan. Tidak akan diterima oleh Allah kecuali hanya agama Islam. Dan sesungguhnya agama yang haq adalah agama Islam.

Islam lahir di kota Makkah dan berkembang di kota Madinah. Nabi Muhammad SAW adalah pembawa dan penyebar agama ini. Oleh karenanya, segala sesuatu yang di bawa oleh Muhammad SAW kita wajib menerimanya.

Pengertian Islam: Islam secara bahasa artinya pasrah, penyerahan diri yang menjadi sebab selamat. Sedangkan menurut istilah adalah pasrah secara total dan menyerahkan diri tunduk dan patuh kepada Allah dengan cara menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.

Pengertian Iman: Iman secara bahasa artinya adalah percaya atau yakin. Sedangkan menurut istilah adalah sebagaimana keterangan yang disebutkan dalam rukun Iman.

Menurut Shahabat Umar ra, kunci daripada Iman itu ada empat, yaitu: Sholat, Zakat, Haji dan Menjaga Amanat.

Sedangkan menurut Abdul Qasim Al Baghdadi adalah, “Iman adalah sesuatu yang dapat menghubungkanmu kepada Allah. Dan juga memutuskanmu kepada Allah”.

Maksudnya, orang yang beriman dapat terhubung dengan Allah. Dan orang yang memutus Iman akan terputus dari Allah.

Urutan 5 Rukun Islam

Rukun islam
solusi.com.my

Agar Islam seseorang menjadi sempurna, maka perlu mengamalkan 5 Rukun Islam yang menjadi unsur dari Islam itu sendiri.

Nabi bersabda:

بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ ” رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ “

“Islam dibangun di atas 5, yaitu: Syahadat (Tauhid dan Rasul), Mendirikan Sholat, Mengeluarkan Zakat, Haji dan Puasa Ramadhan”. (HR. Bukhari Muslim)

Inilah urut-urutan Rukun Islam:

Rukun Islam Ke 1 : Syahadat

Bersyahadat Tauhid dan Syahadat Rasul, yaitu diucapkan dengan lisan, diyakini dalam hati dan dibuktikan dengan perbuatan. Syahadat Tauhid adalah “Laa Ilaaha Illallaah”, Syahadat Rasul adalah “Muhammadur Rosuulullaah”.

Makna Rukun Islam yang pertama ini adalah, Tiada Tuhan yang haq disembah kecuali hanya Allah, dan Muhammad adalah Rasul dan utusan Allah.

Rukun Islam Ke 2 : Mendirikan Sholat

Rukun Islam yang kedua adalah mendirikan sholat fardhu. Sholat fardhu ini adalah syariat Islam yang dibawa Nabi setelah Isra’ Mi’raj. Kewajiban sholat sudah ada sejak zaman Nabi Adam, Namun penyempurnaan sholat 5 waktu serta kewajibannya terjadi setelah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad.

وَاَقِيْمُوْ الصَّلَىةَ وَآتُوْ الزَّكَوةَوَارْكَعُوْامَعَ الرَّاكِعِيْنَ

“Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukulah beserta orang-orang yang ruku’.” (QS. Al-Baqarah ayat 43).

وَاَقِيْمُوْ الصَّلَوْةَ وَآتُوْالزَّكَوةَ وَمَاتُقَدِّمُوْا لاَ نْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدُاللهِط اِنَّ اللهَ بِمَا
تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

“Dan dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan dapat pahalanya pada sisi Allah sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah ayat 110)

Dikatakan sholat adalah tiangnya agama. Sebab di antara rukun Islam lainnya, sholat adalah ibadah pokok yang paling sering dikerjakan. Dikatakan pula, sholat adalah sebagai penghapus dosa sekaligus sebagai penghubung antara hamba dan Allah. Isi dari bacaan shalat sendiri adalah kumpulan doa sebagai media komunikasi antara hamba dan Allah.

BACA: Alasan Diwajibkannya Sholat Kepada Muslim

Rukun Islam Ke 3 : Mengeluarkan Zakat

Di Al Qur’an perintah melaksanakan sholat selalu beriringan dengan perintah mengeluarkan zakat. Zakat sendiri artinya adalah bersih dan suci. Di antara manfaat zakat adalah untuk membersihkan dan mensucikan diri.

Dengan mengeluarkan zakat berarti telah mengeluarkan kotoran yang ada pada diri. Oleh karenanya, Nabi dan Ahlul Bayt haram menerima zakat. Sebab zakat sendiri sejatinya adalah kotoran harta yang dikeluarkan oleh manusia.

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى (١٤)

“Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan diri. (QS. Al A’la: 14)

Rukun Islam Ke 4 : Haji Bagi yang Mampu

Rukun Islam yang ke empat adalah pergi Haji ke Baytullah bagi yang mampu. Arti mampu di sini meliputi biaya berangkat pulang pergi, biaya nafkah bagi orang yang ada dalam tanggungan (keluarga), keamanan selama perjalanan dan kekuatan fisik. Wajib haji ini sekali seumur hidup. Haji adalah ibadah yang disyariatkan oleh Nabi Ibrahim Alaihis Salam.

Rukun Islam Ke 5 : Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan adalah Rukun Islam yang terakhir, yaitu nomer lima. Kewajiban melaksanakan puasa Ramadhan ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam surat Al Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa”. (QS. Al Baqarah 183)

BACA: Amalan Mimpi Bertemu Rasulullah SAW


Urutan 6 Rukun Iman

Rukun Iman
pinterest.com

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab dan nabi-nabi”. (QS. Al Baqarah 177)

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ  (رواه مسلم)

“Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan kamu beriman kepada takdir, yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim no. 9)

Rukun Iman Ke 1 : Iman Kepada Allah

Rukun Iman yang pertama adalah beriman kepada Allah. Rukun Iman ini mencakup terhadap adanya wujud Allah, meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan dan satu-satuya Dzat yang berhak disembah di jagat alam semesta ini. Selain itu juga beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat Allah yang telah ditetapkan dalam Al Qur;an dan Hadits (Aqoid 50).

Rukun Iman Ke 2 : Iman Kepada Malaikat Allah

Yang kedua adalah beriman kepada malaikat Allah. Malaikat adalah makhluk Allah yang ghaib, tidak makan dan tidak minum, tidak tidur dan tidak istirahat, merupakan makhluk Allah yang tidak memiliki kebebasan memilih, ia hanya taat pada Allah yang diciptakan dari cahaya.

Kita wajib mengimani malaikat Allah baik dari nama-nama yang wajib diketahui atau tidak diketahui. Serta wajib mengimani nama-nama malaikat tertentu serta masing-masing tugasnya.

Rukun Iman Ke 3 : Iman Kepada Kitab-kitab Allah

Yang nomer tiga adalah beriman kepada kitab-kitab Allah. Beriman bahwa kitab Zabur, Taurat, Injil, Al Qur’an dan beberapa Shuhuf (Lembaran) adalah kitab yang diturunkan Allah kepada para Nabinya. Serta mengimani seluruh isi yang ada dalam kitab-kitab tersebut (Isi asli dari Zabur, Taurat dan Injil sebelum adanya perubahan).

Rukun Iman Ke 4 : Iman Kepada Para Rasul Allah

Selanjutnya beriman kepada para Rasul Allah. Beriman dan menerima terhadap seluruh ajaran yang di bawanya. Mengimani bahwa Nabi Adam adalah Nabi pertama dan Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir. Beriman terhadap 25 Rasul, 4 Rasul Ulul Azmi, dan Muhammad adalah sebagai pemberi syafaatul udzma pemberi syafaat yang paling utama.

Rukun Iman Ke 5 : Iman Kepada Hari Akhir

Rukun Iman yang ke lima adalah beriman kepada hari akhir. Percaya bahwa Qiyamat pasti adanya, termasuk mengimani apa-apa yang berhubungan dengan hari akhir. Termasuk alam barzakh, tanda-tanda hari kiamat, peniuapan sangkakala oleh malaikat Isrofil, hari pembangkitan, hari penghitungan amal, shirotol msutaqim, dll.

Rukun Iman Ke 6 : Iman Kepada Takdir Allah

Rukun Iman yang terakhir adalah beriman kepada ketetapan dan takdir Allah, entah baik atau buruknya takdir itu. Nasib baik dan buruk adalah bagian dari Rkun Iman yang terakhir ini. Oleh karenanya, ketika kedatangan nasib baik hendaknya bersyukur kepada Allah. Dan ketika kedatanan nasib buruk hendaknya bersabar dan ucapkan Innaa Lillaahi Wa Inna Ilaihi Rooji’uun.


Tingkatan Iman Menurut Imam Ghozali

Menurut Imam Ghozali, Iman seseorang itu dibagi menjadi tiga. Yang pertama adalah Iman orang awam. Kedua Iman orang ahli kalam. Dan ketiga adalah Iman para ‘Arifin.

1. Iman Orang Awam

Iman orang awam adalah imannya orang yang ikut (taqlid) pada seseorang yang ia percayai. Perumpamaannya adalah, Si Fulan mendengar informasi dari orang ia percayai bahwa di Stadion GBK sedang ada pertandingan sepakbola. Maka untuk mempercayai hal itu Si Fulan tidak perlu mendatangi stadion GBK langsung untuk membuktikannya.

2. Iman Ahli Kalam

Iman orang ahli kalam adalah Iman yang lebih tinggi daripada Iman orang awam, yaitu Iman yang membutuhkan dalil dan bukti. Perumpamaannya, ia tidak langsung melihat di stadion GBK ada sebuah pertandingan sepakbola, tetapi ia mendengar ada suara suporter yang ramai dari luar. Suara suporter inilah yang menjadi bukti dan dalil bahwa di stadion GBK ada pertandingan sepakbola.

3. Iman Para ‘Arifin

Dan Iman yang paling tinggi adalah tingkatan Iman para ‘Arifin, yaitu orang-orang yang menyaksikan Allah dengan Nur Yaqin. Dalam perumpamaannya, ia menyaksikan langsung pertandingan sepakbola yang ada di Stadion GBK. Sehingga tidak ada keraguan sama sekali pada dirinya bahwa memang benar-benar ada pertandingan sepakbola di stadion GBK.

Semoga dengan pengetahuan kita terhadap 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam ini semakin menjadikan kita lebih memahami tentang Islam.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: