farmers insurance progressive insurance car insurance health insurance nationwide insurance erie insurance travelers insurance american family insurance state farm insurance progressive car insurance dental insurance renters insurance insurance aaa insurance auto insurance mercury insurance geico insurance life insurance progressive auto insurance travel insurance car insurance quotes allstate insurance pet insurance homeowners insurance auto insurance quotes insurance quotes usaa insurance progressive insurance login cheap car insurance safeco insurance the general insurance general insurance nationwide pet insurance national general insurance farm bureau insurance infinity insurance usaa car insurance health insurance marketplace liberty mutual insurance foremost insurance insurance companies geico car insurance allianz travel insurance delta dental insurance hartford insurance auto owners insurance amica insurance usaa auto insurance cobra insurance cheap auto insurance

Mengenal Rumah Adat Banten Lebih Dalam

Rumah adat di provinsi Indonesia memiliki filosofi dan keunikan tersendiri. Hal ini berlaku juga untuk rumah adat Banten. Salah satu suku di Indonesia yang masih memegang teguh nilai-nilai tradisi leluhur hingga kini. Bahkan, untuk beberapa wilayah yang didiami Suku Baduy Dalam, orang luar tidak bisa masuk ke wilayah tersebut sembarangan.

Banten merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang ada di ujung Pulau Jawa sebelah Barat. Provinsi Banten merupakan pemekaran wilayah Jawa Barat dengan peresmian tahun 2000 lalu. Meskipun masih “muda”, tidak berarti provinsi ini terbelakang dalam kebudayaan.

Jauh sebelum terbentuk sebagai provinsi yang mandiri, Banten telah memiliki peradaban sendiri. Salah satunya adalah adanya rumah adat Banten dengan desain yang berasal dari budaya Baduy.

Rumah adat Banten sendiri disebut sebagai Sulah Nyanda. Keunikan rumah ini terlihat dari desainnya yang menyatu dengan alam. Rumah adat Banten dibuat menghadap ke arah Utara dan Selatan karena arah Timur dan Barat dianggap tidak baik bagi masyarakat Banten.

Sementara itu, untuk pembangunannya masyarakat Banten mengandalkan rasa gotong royong. Ketika ada keluarga yang akan membangun rumah, mereka akan membangunnya bersama-sama. Hal ini bukti dari kuatnya tali kekeluargaan pada masyarakat Banten.

rumah adat banten

1. Material Rumah Adat Banten

Jika dilihat dari struktur bangunannya, rumah adat Banten ini dibangun dari bahan-bahan alam. Bahan utama rumah ini adalah bambu yang digunakan dalam proses pendirian rumah. Sementara bahan-bahan lainnya seperti batu, ijuk, dan kayu menjadi bahan pelengkap.

Batu digunakan untuk alas pondasi. Batu yang digunakan untuk alas pondasi ini adalah batu yang berbentuk datar dan berukuran besar sehingga batu tersebut bisa dipendam dalam tanah. Batu ini juga berfungsi agar tiang utama tidak cepat lapuk. Jenis batu ini bisa diperoleh di sungai atau kali. Kayu memang biasanya kan mudah lapuk jika bersentuhan dengan tanah secara langsung.

Proses pemasangan pondasi pada rumah adat Banten ini akan mengikuti kontur dari tanah. Jadi, dalam pembuatan rumah ini tidak dilakukan dengan merusak struktur tanah. Jika kontur tanah yang akan dibangun miring, pondasi akan menyesuaikan. Inkilah sebabnya mengapa tinggi tiang-tiang penyangga rumah tidak bisa disamakan, tapi disesuaikan dengan kondisi tanah.

Kayu yang digunakan untuk tiang rumah adat ini berasal dari balok-balok yang dengan ukuran yang besar. Jenis kayu yang digunakan untuk tiang penyangga rumah ini dipilih kayu yang tahan lama dan kuat seperti kayu mahoni, jati, atau akasia. Pemilihan jenis kayu yang kuat ini dilakukan agar penyangga tiang bisa tahan lama dan kuat karena penyangga ini nantinya akan menopang rangka atap dan rangka lantai.

Dinding rumah adat ini dibuat dari anyaman bambu. Anyaman bambu ini disebut bilik. Digunakannya bilik untuk rumah adat ini memberikan nuansa sejuk untuk penghuninya lantaran sirkulasi udara bisa keluar dan masuk melalui celah-celah bilik ini.

Bagian lantai rumah adat ini disusun dengan menggunakan papan-papan kayu atau bambu yang disusun sedemikian rupa. Masyarakat setempat menyebutnya dengan nama palupuh. Sementara pada bagian atap digunakan bilah-bilah bambu dan ijuk.

Bilah-bilah bambu digunakan sebagai kerangka atapnya, sedangkan ijuk digunakan untuk atapnya. Selain menggunakan ijuk, atap bisa juga dibuat dari daun alang-alang yang telah dianyamkan.

BACA:

2. Bagian Ruangan Rumah Adat Banten

Dari dulu sampai sekarang rumah adat Banten masih dipakai sebagai desain utama hunian untu Suku Baduy. Untuk mendukung fungsi inilah rumah Banten dibagi menjadi beberapa bagian ruangan, antara lain:

  • Bagian Sosoro, yaitu bagian depan. Sesuai namanya, bagian ini terletak di bagian depan rumah. Jika dalam bahasa Indonesia bagian ini disebut teras. Fungsi dari bagian ini adalah untukmenerima tamu, bersantai, sekaligus digunakan untuk kegiatan pada wanita Baduy ketika pagi hari seperti menenun.
  • Bagian Tepas, yaitu bagian tengah. Bagian tepas ini terletah di tengah dan digunakan untuk melaksanakan kenduri, pertemuan keluarga, bersantai, bahkan tidur pada malam hari.
  • Bagian Ipah, yaitu bagian belakang. Bagian ini letaknya di belakang dan digunakan untuk memasak dan sebagai tempat menyimpan persediaan makanan.

3. Rumah Tak Berjendela

Masyarakat Banten, terutama Baduy Dalam tidak mengenal jendela. Bagi masyarakat Baduy Dalam, jendela memiliki fungsi untuk melihat ke luar. Jadi jika memang mereka ingin melihat sesuatu yang ada di luar, mereka tinggal melobangi bilik rumah saja.

Sementara itu, bagi orang Baduy Luar, jendela memiliki fungsi untuk ventilasi udara agar udara segar bisa masuk. Jadi, jika mereka ingin menikmati udara segar, mereka bisa mendapatkannya dari palupuh (lantai kayu).

Rumah adat Banten ini bagi masyarakat Baduy bukan hanya sebagai tempat tinggal atau hunian. Lebih dari itu, masyarakat Banten menganggap rumah adat Banten ini sebagai ciri khas serta jati diri masyarakat Banten.