Mengenal Rumah Adat Kalimantan Tengah dan Keunikannya

RUMAH ADAT – Rumah adat Kalimantan Tengah merupakan rumah adat suku Dayak. Suku Dayak sendiri merupakan suku asli yang tinggal di Kalimantan. Suku ini tersebar di Kalimantan dan sebagian di Malaysia. Suku Dayak masih banyak yang tinggal di pedalaman hutan dengan hidup berpindah-pindah (nomaden) untuk mencari lahan pertanian sehingga suku-suku ini hidup berpencar.

Meskipun demikian, banyak juga suku Dayak yang bersosialisasi dengan endatang di kota-kota besar, bahkan hingga memiliki pendidikan tinggi. Meskipun hidup berpencar, suku Dayak memiliki karakteristik yang sama, yakni pekerja keras, saling tolong menolong, ramah, dan selalu menjaga kebersamaan. Jiwa atau karakteristik ini terlihat juga pada rumah adat mereka yang disebut Rumah Panjang atau Rumah Betang.

Fungsi Dan Filosofi Rumah Panjang (Rumah Betang)

rumah adat kalimantan tengah

Rumah panjang atau Rumah Betang ini tidak dibuat hanya sebagai tempat tinggal. Lebih dari itu, rumah ini memiliki fungsi lain dengan nilai adat yang tinggi. Rumah Betang ini berbentuk rumah panggung. Bentuk rumah panggung pada rumah Betang ini memiliki beberapa fungsi, antara lain:

  • Menglindungi para penghuninya dari ancaman binatang buas.
  • Menghindari terjadinya banjir karena kebanyakan rumah dibangun di pinggir sungai. Kalimantan sendiri merupakan wilayah dengan sungai terbanyak di Indonesia sehingga tidak heran jika banyak rumah yang dibangun di pinggir sungai.
  • Melindungi para penghuninya dari ancaman musuh.

Sementara itu, bentuknya yang memanjang berfungsi agar bisa menampung banyak orang. Satu rumah Betang ini bisa dihuni sekitar 5 hingga 30 kepala keluarga atau maksimal 150 jiwa. Hal ini dibuat untuk memudahkan mereka berkomunikasi, saling membantu dan saling melindungi satu sama lain dalam hal apapun.

Rumah Betang ini umumnya dibuat dengan hulu menghadap Timur dan hilir menghadap Barat. Ini menjdi simbol orang Dayak dengan filosofi hulu menghadap Timur berarti kerja keras sedini mungkin, sementara hilir menuju Barat dengan filosofi tidak akan berhenti bekerja atau pulang sebelum mata hari terbenam.

BACA:

Ciri-Ciri Rumah Betang

Rumah Betang memiliki ciri-ciri yang khusus. Berikut ini ciri-ciri dari rumah Betang.

  • Tinggi rumah sekitar 3 sampai 5 meter.
  • Panjang rumah sekitar 30 hingga 150 meter dengan lebar sekitar 30 meter.
  • Dinding rumah terbuat dari kayu dengan arsitektur jengki dan atap pelana memanjang.
  • Ruangan dalam rumah Betang terdiri atas Sado (pelataran), padong (ruang keluarga), bilik (kamar tidur), dan dapur.
  • Mempunyai 1 tangga yang disebut hejot serta 1 pintu masuk. Di dekat pintu masuk biasanya terdapat rancak atau patung. Patung ini sendiri adalah patung sebagai persembahan untuk nenek moyang. Sebuah patung akan melalui dulu ritual sebelum disimpan di depan pintu masuk rumah.

Keunikan Rumah Betang

Sama halnya dengan rumah adat di Indonesia lain, rumah adat Kalimantan Tengah juga memiliki beberaa keunikan. Berikut ini beberapa keunikan dari rumah adat Kalimantan Tengah.

1. Satu Rumah Dihuni Dekitar 5 Hingga 7 Keluarga

Rumah adat ini memiliki panang 30 hingga 150 meter dan lebar 10 hingga 30 meter sehingga sangat mungkin mampu menampung hingga beberapa keluarga.

2. Rumah Berbentuk Panggung

Rumah adat Betang berbentuk panggung dengan tinggi sekitar 3 hingga 5 meter. Hal ini memiliki beberapa fungsi yang sudah dijelaskan di atas.

3. Memiliki Tangga Untuk Mengusir Hantu Kepala Terbang

Satu-satunya pintu masuk ke rumah adat ini adalah tangga kecil. Tangga kecil ini hanya bisa dilewati oleh 1 orang karena lebarnya sendiri hanya sekitar 50 cm.

Jika malam tiba, tangga tersebut akan diangkat kemudian dimasukkan ke dalam rumah. Hal ini diakukan untuk menghindari serangan hantu kepala terbang atau yang serung disebut ngayau. Masyarakat Dayak sendiri hingga kini masih meyakini bahwa hantu tersebut memang ada dan masih ada.

Hantu itu diyakini biasa masuk ke dalam rumah jika tangga tetap dibiarkan ada di luar rumah. Sementara itu, ngayau diyakini akan memburu kepala manusia dan dianggal pula sebagai serangan atau guna-guna dari musuh.

BACA:

Desa-Desa yang Terdapat Rumah Betang

Jika Anda berwisata ke Kalimantan Tengah dan ingin melihat Rumah Betang secara langsung, cobalah ke daerah-daerah berikut.

  • Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah. Rumah yang dibangun tahun 1870 ini langsung menghadap ke sungai Kahayan.
  • Desa Tumbang Bukoi, Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
  • Desa Sei Pasah Kecamatan kapuas Hilir Kabuaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Itulah informasi tentang rumah adat Kalimantan Tengah. Kini Anda telah mengetahui filosofi serta keunikan dari rumah adat Kalimantan Tengah. Jika Anda berwisata ke Kalimantan Tengah, tidak ada salahnya mengunjungi salah satu tempat wisata yang terdapat rumah Betang untuk menyaksikan kemegahan serta keunikan dari rumah Betang secara langsung. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: