Rumah Adat NTT, Filosofi, Keunikan dan Cerita Mistiknya

Rumah Adat NTT – NTT merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang letaknya ada di bagian tenggara Indonesia. Provinsi NTT terdiri atas beberapa pulau antara lain Sumba, Flores, Alor, Timor, Rote, Lembata, Adonara, Komodo, Solor, dan Palue. Provinsi ini memiliki ibukota bernama Kupang yang ada di Timor Barat.

Berbeda dengan provinsi lain di Indonesia, NTT memiliki bermacam-macam rumah adat dengan keunikannya tersendiri. Rumah adat ini dinamakan Mbaru Niang dan Rumah ada Sao Ria Tenda Bewa Moni Kaonara.

1. Rumah Adat NTT Mbaru Niang

Rumah adat NTT Mbaru Niang

Mbaru Niang merupakan rumah adat dengan 5 tingkat. Rumah adat ini terletak di Desa Wae Rebo, Manggarai NTT. Keunikan rumah adat NTT yang satu ini terletak pada bentuknya yang tidak biasa. Bentuknya mengerucut di bagian atapnya hingga ke bawah (hampir menyentuh tanah). Atap Mbaru Niang ini terbuat dari daun lontar kering.

Tingkat satu pada rumah adat ini disebut lutur sebagai tempat tinggal. Tingkat kedua disebut lobo untuk menyimpan bahan makanan. Tingkat ketiga disebut lentar untuk menyimpan benih tanaman. Tingkat empat disebut lempa rae untuk menyimpan cadangan makanan, dan tingkan 5 disebut hekang kode untuk menyimpan sesajian.

2. Rumah Adat NTT Sao Ria Tenda Bewa Moni

Rumah Adat NTT Sao Ria Tenda Bewa Moni

Bukan hanya wilayah Wae Rebo yang memiliki rumah adat, wilayah lain di NTT juga memiliki rumah adat lain yang tidak kalah uniknya. Rumah adat ini bernama Sao Ria Tenda Bewa Moni Koanara. Keunikan rumah ini terletak pada bahannya yang terbuat dari atap ilalang dengan bentuk kerucut dan hingga menyentuh tanah.

Rumah adat NTT yang satu ini juga memiliki tiga jenis yang berbeda. Pertama, Tenda Bewa Moni Koanara atau rumah baku untuk menyimpan tulang-belulang leluhur, rumah tinggal, dan lumbung padi. Rumah tinggal pada rumah adat ini ditandai dengan adanya kepala kerbau di depannya.

BACA:

3. Filosofi Rumah Adat NTT

Rumah adat NTT sama halnya dengan rumah adat lain yang memiliki nilai filosofis. Lebih dari sekedar rumah untuk tempat tinggal, rumah adat juga memiliki makna yang sangat dalam. Rumah adat ini merupakan tempat untuk hidup dan interaksi antar komunitas masyarakat setempat (Lio).

Karena pada dasarnya hidup berkaitan dengan keseimbangan antara manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Rumah adat NTT juga memiliki makna lain yakni sebagai tempat untuk “berkumpulnya” nilai religi, norma, estetika, serta budaya. Ssetail-detail pada rumah adat ini mencerminkan perilaku arif dari suku Lio.

4. Macam-Macam Rumah Adat NTT di Lio Flores Tengah

Di Lio Flores Tengah, terdapat banyak jenis rumah adat NTT, antara lain:

  • Sao Ria sebagai tempat tinggal tiga mosalaki (Laki Puu, Laki Turu Tena Nata Ae, dan Laki RUU Tuu jaga tau Rara). Ketiga mosalaki ini memiliki peran pentingnya masing-masing.
  • Sao Labo sebagai tempat tinggal Laki Puu.
  • Sao Meko sebagai tempat tinggal Laki Koe Uwi.
  • Sao Ndoja sebagai tempat tinggal Laki Tuu Nasu.
  • Sao Tua sebagai tempat tinggal Laki Dai Nua Ulu.
  • Sao Leke Bewa sebagai tempat tinggal Laki Ria Bewa.
  • Sao Ndoka Ame sebagai tempat tinggal Laki Ndeto Au.
  • Sao Pemo Roja sebagai tempat tinggal Laki Pama Nggo Lamba.
  • Sao Bewa sebagai tempat tinggal Laki Ndeto Au.
  • Sao Gamba Jati sebagai tempat tinggal Laki Gao Lo Kaka Taga.
  • Sao Wewa Mesa sebagai tempat tinggal Laki Dai Enga Ae Ulu Nanga Mau.
  • Sao Watu Gana sebagai tempat tinggal Laki Bei Nggo Lamba Wangga.
  • Sao Embu Laka sebagai tempat tinggal Laki Ndeto Au.
  • Sao Tana Tombu sebagai tempat tinggal Laki Laki Tau Sani.

5. Pandangan Mistik Rumah Adat NTT

Berdasarkan berbagai macam rumah adat NTT, Jhon Mansford Prior memberikan gambaran pandangan mistiknya sesuai dengan realitas.

  1. Sepasang batu yang lebih tinggi melambangkan pria sebagai penghubung antara langit dengan bumi. Sementara yang lebih rendah melambangkan perempuan.
  2. Atap yang terbuat dari alang-alang dari atas ke bawah serta tanpa jendela menhubungkan tana dan liru serta membagi dunia luar dan dalam, terang dan gelap.
  3. Dua belas tiang dengan tinggi sekitar 1 meter. Tiang-tiang ini berdiri pada tanah yang diratakan.
  4. Ruangan untuk tinggal berada di atas tiang besar. Balok-balok kayu tidak bersambungan dengan tiang dasar atau dengan balok atap. Bagian bawahnya terdapat tempat untuk babi dan ayam.
  5. Ruangan langit ada di bawah loteng. Di atas ruangan ini terdapat dua tiang panjang tempat diletakkannya bubungan atas. Bubungan ini menjadi simbol sumber kehidupan yang mengalir dari generasi satu ke generasi selanjutnya.
  6. Tiga ruangan vertikal, terdiri atas ruangan bumi, ruangan langit, dan ruangan manusia. Ruangan-ruangan ini berdiri sendiri dan dibuat terbuka dengan makna mereka “sadar” ada yang lain.
  7. Tiga ruangan horisontal, yang terdiri atas tempat untuk istirahat bale-bale), ruang tengah (maga-lo’o), dan one’ atau ruang paling belakang serta gelap.

Demikianlah informasi tentang macam-macam rumah adat NTT dan berbagai keunikannya. Semoga informasi ini menambah wawasan Anda tentang negeri kita tercinta.