Rumah Adat Sulawesi Utara dan Bagian-bagiannya

Rumah Adat Sulawesi Utara – Pulau Sulawesi merupakan salah satu dari lima pulau besar di Indonesia. Bentuknya terlihat menyerupai huruf K, terbagi menjadi beberapa wilayah salah satunya adalah Sulawesi Utara. Penduduk Sulawesi Utara terdiri dari suku bangsa, seperti Suku Minahasa, Suku Bolaang Mongondow, Suku Sangir-Talaud, dan Suku Gorontaro.

Masing-masing suku tersebut memiliki kebudayaan yang berbeda-beda termasuk rumah adatnya. Rumah adat suku Minahasa adalah Walewangko dan suku Bolaang Mongodow adalah Bolaan Mangodow yang akan kita bahas dalam artikel ini.

BACA:

Rumah Adat Walewangko (Rumah Pewaris)

Walewangko adalah rumah adat Sulawesi Utara yang memiliki ciri yang khas, salah satunya pada corak dan ornamennya. Ada tiga corak dan ornamen yang digunakan ialah corak alam, corak flora dan corak fauna. Selain itu filosofis yang menonjol dari rumah adat suku. Walewangko sendiri adalah nama sebuah desa di Kecamatan Langowan Barat, Sulawesi Utara.

Walewangko berasal dari kata Wale dan Bale, yang artinya rumah untuk melakukan berbagai aktivitas bersama keluarga. Dalam bahasa Indonesia Walewangko artinya rumah Pewaris. Bentuknya rumah panggung dengan tiang-tiang penompang yang kokoh dan kuat. Tiang penyangga yang digunakan biasanya berjulah 16 sampai 18 tiang dengan 2 buah tangga di bagian depan rumah.

Keunikan rumah adat warisan yang sangat berharga ini adalah tiang penyangga rumahnya tidak boleh disambung. Awalnya rumah adat suku Minahasa ini hanya satu ruangan, kalaupun ada ruangan lainnya harus dipisahkan dengan tali rotan atau tali ijuk lalu digantungkan tikar sebagai sekat.

Pembagian Ruangan Rumah Adat Walewangko

Sama halnya dengan rumah adat lainnya, Walewangko juga memiliki beberapa ruangan berdasarkan fungsinya, yaitu:

A. Bagian Depan Rumah

1. Lesar

Bagian depan rumah Walewangko disebut dengan istilah Lesar. Dilengkapi dinding sehingga terlihat seperti beranda. Biasanya digunakan untuk para pemangku adat dan kepala suku yang hendak berbicara atau memberikan maklumat kepada rakyat.

2. Sekay

Bagian depan lainnya adalah bagian serambi atau disebut dengan istilah Sekay. Berbeda dengan Lesar, pada bagian Sekay letak dindingnya persis setelah pintu masuk rumah. Sekay difungsikan sebagai ruang penerima tamu dan ruang tempat jejamuan jika diadakan acara.

3. Pores

Ruangan selanjutnya adalah Pores yang difungsikan sebagai tempat untuk menerima tamu yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Kadang digunakan sebagai tempat untuk menerima tamu wanita dan tempat untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Biasanya Pores langsung bersambung dengan dapur, tempat tidur, dan ruang makan.

B. Bagian Belakang Rumah

Sedangkan bagian belakang terdapat balai-balai untuk menyimpan alat makan dan alat memasak serta mencuci. Di bagian atas terdapat loteng atau disebut Soldor yang fungsinya untuk menyimpan hasil panen, seperti: padi, jagung, kelapa dan lain sebagainya.

C. Bagian Kolong Rumah

Di bagian kolong rumah biasanya digunakan untuk menyimpan alat-alat pertanian, gerobak, papan, kayu, balok dan kandang hewan peliharaan atau hewan ternak.

Karena bentuknya panggung, rumah Pewaris ini memiliki tangga dibagian depan kiri dan kanan.  Tangga di depan rumah dipercaya dapat mengusir roh jahat. Apabila ada roh yang naik melalui satu tangga maka ia akan turun lagi menggunakan tangga lainnya.

Rumah Adat Bolaang Mangodow

Selain rumah Walewangko, rumah adat lainnya di Sulawesi Utara adalah Bolaang Mangodow. Bolaang Mongodow adalah salah satu wilayah di Sulawesi Utara yang masih memiliki rumah adat asli yang dihuni oleh masyarakat yang berusia diatas 80 tahun. Rumah tersebut merupakan peninggalan dari kakek neneknya sekitar 3 generasi di atas mereka.

Menariknya rumah adat asli dari zaman dulu ini masih terjaga dalam kondisi baik tanpa renovasi atau rehab sedikit pun, kecuali bagian cat yang diperbaharui setiap tahunnya. Artinya, semua bahan dan model rumah tersebut merupakan rumah asli buatan masyarakat Mongodow zaman dulu.

Ciri khas rumah adat ini adalah bagian atapnya melintang dengan bubungan yang sedikit curam. Perbedaan dengan Walewangko adalah bagian tangganya, Walewangko tangganya di bagian kanan dan kiri depan rumah, sedangkan rumah Bolaang Mangodow tangganya ada di depan rumah dengan serambi tanpa dinding dan di bagian belakang rumah.

Di dalamnya terdapat beberapa ruang, yaitu ruang induk dan ruang tidur. Ruang induk terdiri dari ruang depan, ruang makan, ruang tidur dan dapur yang terletak di bagian belakang.

Penutup

Saat ini dengan adanya pengaruh dari budaya khususnya arsitektur luar, mempengaruhi bentuk rumah yang mengalami perubahan. Begitu banyak kehidupan sosial yang tidak sesuai dengan perkembangan saat ini mengalai perubahan.

Namun kita patut bersyukur karena masih ada warisan budaya daerah yang masih tetap dipelihara dan dilestarikan, selain sebagai aset budaya rumah adat bisa menjadi pengetahuan khususnya ilmu arsitektur dengan teknik dan bahan yang ramah lingkungan.

Namun daya tahannya tidak diragukan lagi. Selain itu, menariknya dari rumah-rumah adat adalah mengandung nilai-nilai filosofis yang luhur yang sebenarnya bisa menunjang pembangunan.

Semoga artikel ini dapat menambah khasanah budaya, khususnya mengenai rumah adat di Sulawesi Utara dan menambah kecintaan kita terhadap budaya daerah di Indonesia.

Category:
Budaya