Rumah Adat Sumatera Barat dan Nilai Filosofinya

Di Sumatera Barat terdapat rumah adat yang disebut sebagai Rumah Godang atau rumah adat Gadang (Rumah Adat Sumatera Barat). Nama lain dari masyarakat setempat adalah Rumah Bagonjong, bahkan ada pula sebutan masyarakat yang berupa Rumah Baanjuang.

Tak hanya di daerah Minangkabau saja, namun anda juga bisa menemukan bangunan dengan karakteristik seperti demikian di Negeri Sembilan atau Malaysia.

Adapun bentuk rumah adat Sumatera Barat yang satu ini adalah berbentuk model rumah panggung, ukurannya juga besar dan dibangun dengan menggunakan berbagai material alami. Contohnya saja pada dinding, tiang penyangganya dan juga lantai.

Biasanya dibangun dengan menggunakan bambu dan papan kayu. Sementara untuk atapnya menggunakan ijuk dan dibentuk melengkung seperti layaknya tanduk kerbau.

Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa atap yang melengkung tersebut adalah sebuah kapal, dan dihiasi dengan sebuah lengkung yang hampir mencapai setengah lingkaran sebagai penghias.

BACA:

Kekuatan Alam Dalam Rumah Adat Sumatera Barat

rumah adat sumatera barat

Dengan desain arsitektur yang bagus dan begitu kuat, ternyata hampir 100% bahan pembangunnya berasa dari alam. Rumah adat Sumatera Barat ini tahan gempa, terlebih mengingat kondisi geografis Sumatera Barat ini begitu rawan akan gempa bumi. Keunikan dari rumah adat yang tahan gempa ini terletak pada satu tiangnya yang menancap ke dalam bumi.

Menariknya lagi, tiang lainnya bertumpu pada bebatuan yang ada di permukaan tanah. Hal itu membuat bangunan tak roboh walau digoncang oleh gempa. Adanya penyambungan tiang dengan kaso besar tanpa paku ini membuatnya jadi lebih fleksibel, sambungan tersebut bisa bergerak menyesuaikan saat gempa terjadi dan tak roboh.

Yang Unik Dari Rumah Adat Sumatera Barat Dan Fungsinya

Tak hanya jadi sebuah ikon budaya, namun rumah adaty Sumatera Barat ini juga masih menjadi tempat tinggal dan tempat untuk dilakukan upacara adat. Di sana ada pewarisan budaya kepada generasi muda.

Ternyata rumah adat ini juga masih menjadi tempat suci yang dipercaya oleh masyarakat Minangkabau itu sendiri. Keunikan rumah adat ini ada dalam aturan adat yang telah berlaku sejak zaman dulu dan terus mengikuti peraturan tersebut membuat adat masih terjaga kemurniannya.

Salah satu aturan yang masih digunakan adalah pembagian ruangan di rumah adat, seperti:

  • Bagian yang ada di dalam rumah adat Gadang adalah ruangan lepas, tetapi kamar tidur tidak.
  • Jumlah kamar sesuai dengan jumlah perempuan yang ada dalam rumah tersebut.
  • Jika perempuan sudah menikah, mereka dapat satu kamar.
  • Kamar yang dekat dapur diperuntukkan untuk perempuan tua dan anak-anak.
  • Kamar ujung di dekat dapur untuk para gadis yang beranjak dewasa.
  • 2 buah Rangkiang di halaman rumah, yang merupakan bangunan untuk penyimpanan bahan pangan.
  • Anjuang atau Anjung di sayap kanan dan kiri bangunan, jadi tempat untuk bersanding pengantin, juga untuk menobatkan kepala adat.
  • Surau Kaum adalah sebuah tempat yang berada di sekitar rumah Gadang, menjadi tempat beribadah, untuk pendidikan serta tempat tinggal para pemuda yang belum menikah dalam keluarga itu.

Nilai Filosofis Rumah Adat Sumatera Barat

rumah adat godang

Rumah adat Sumatera Barat atau Rumah Gadang ini dibangun di atas tanah milik keluarga induk, kemudian diwariskannya juga hanya pada anak perempuan. Hal ini menunjukkan sebuah filosofi hidup dimana Suku Minang begitu memuliakan perempuan, berbeda dengan mayoritas suku lainnya di dunia yang menomorduakan wanita.

Adapun nilai filosofis dari rumah adat Suku Minang ini antara lain sebagai berikut ini.

  • Puncak Runcing Lambang Kemenangan. Atap rumah yang runcing melengkung dan mirip tanduk kerbau menjadi lambang kemenangan bagi Suku Minang. Adapun sejarahnya dikaitkan dengan sebuah kisah zaman dahulu yakni kisah Tombo Alam Minangkabau, sebuah kisah kemenangan yang didapatkan orang Minang dari orang Jawa dalam adu kerbau.
  • Satu Tangga untuk Tuhan yang Esa. Rumah adat Sumatera Barat ini adalah rumah panggung yang notabene lebih tinggi dari permukaan tanah dan membutuhkan tangga untuk bisa naik. Jumlah tangga dalam satu rumah adalah satu buah saja, hal ini memiliki nilai filosofis yang luhur yakni Suku Minang adalah suku yang religius dan agamis.
  • Ukiran Tumbuhan Sebagai Lambang Alam. Seperti halnya rumah adat dari daerah lain di Indonesia, rumah adat Gadang juga memiliki hiasan khas yang berupa ukiran aneka motif. Biasanya berbentuk flora serta fauna, dari mulai akar berdaun, tanaman merambat dan sejenisnya. Adapun nilai filosofisnya adalah masyarakat Minang adalah masyarakat yang begitu dekat dengan lingkungan sekitarnya, dengan alam. Adapun warna kuning, merah,dan juga hitam adalah warna yang dipilih untuk membuat ukiran jadi lebih menarik.

Demikian adalah sedikit informasi tentang rumah adat Sumatera Barat, semoga memberikan informasi yang anda butuhkan.