Mengenal Seni Lukis: Pengertian, Unsur dan Tekniknya

KARYA SENI – Seni merupakan ekspresi untuk mengungkapkan suasana hati. Terkadang seseorang lebih mudah dalam meluapkan ide dan perasaan melalui sebuah karya seni daripada melalui perkataan. Seni sendiri terdiri dari berbagai macam jenis, ada seni tari, seni musik, seni kriya, seni grafis, salah satu di antaranya adalah seni lukis. Melalui lukisan, banyak seniman yang menuangkan berbagai ekspresi mulai dari kebahagiaan, cinta, hingga kesedihan.

Sebagai salah satu cabang seni rupa, lukis mempunyai sejarah yang panjang. Bahkan lukisan juga mampu menguak sejarah masa lampau mengenai kehidupan masyarakat masa lampau. Selain mempunyai ciri khas yang cukup unik, lukis juga mempunyai teknik khusus yang membuatnya digemari oleh banyak seniman. Simak pembahasan mengenai pengertian seni lukis, unsur, dan teknik melukis berikut.

Pengertian Seni Lukis Menurut Para Ahli

pengertian seni lukis

Sebagai bagian dari karya seni, dapat dikatakan bahwa lukis merupakan pengembangan dari seni menggambar. Hal ini dikarenakan seorang seniman mengolah media dua dimensi dengan penambahan titik, garis, dan bidang hingga menghasilkan sebuah karya seni. Berbicara mengenai pengertian seni gambar atau lukis, para ahli mempunyai definisi yang berbeda-beda sebagai berikut:

1. Seni Lukis Menurut Soedarso

Menurut Soedarso, karya lukis adalah cabang dari seni rupa yang pengungkapannya menggunakan media dua dimensi. Unsur-unsur yang membentuk karya tersebut adalah garis dan warna. Dalam buku lain Soedarso mendefinisikan karya lukis sebagai karya manusia untuk mengkomunikasikan pengalaman batiniah. Pengalaman tersebut disajikan dalam visualisasi yang menarik sehingga dapat dihayati.

2. Seni Lukis Menurut Soni Ade dan Imam R

Soni dan Imam mendefinisikan karya lukis sebagai kekuatan peradaban dan kekuatan budaya karena melukis merupakan kegiatan yang melatih seseorang untuk cermat, jeli, dan teliti dalam mengamati kejadian di alam sekitar. Hal ini selaras dengan pengertian seni secara umum yaitu sebuah karya yang terinspirasi dari alam.

3. Seni Lukis Menurut Suyanto

Menurut Suyanto, karya lukis adalah seni rupa yang diwujudkan dalam bentuk gambar atau lukisan sebagai ekspresi jiwa dari seniman. Definisi menurut Suyanto ini senada dengan definisi karya lukis secara umum, yaitu sebagai bentuk ekspresi dan luapan perasaan dari sang pembuatnya.

4. Seni Lukis Menurut Myers

Myers mendefinisikan karya lukis sebagai bentuk untuk mengungkapkan nilai simbolis, intelektual, emosional, subjektif, dan nilai religius. Dengan kata lain, sebuah karya seni tidak hanya menjadi perwujudan ekspresi seseorang tetapi juga harus mengandung berbagai nilai untuk membuatnya lebih bermakna.

Berbagai pengertian karya lukis menurut ahli sebagaimana yang telah disebutkan di atas semakin memperjelas definisi lukis yang sesungguhnya. Tidak hanya sekedar untuk meluapkan perasaan, sebuah karya seni juga terkadang mengadopsi keindahan alam sehingga mempunyai nilai-nilai tertentu sebagaimana yang diungkapkan oleh Myers.

BACA: Mengenal Lebih Dekat Seputar Seni Grafis

Unsur-Unsur Karya Seni Lukis

unsur-unsur seni lukis

Setelah memahami definisi karya lukis, kini saatnya untuk membahas mengenai unsur-unsur yang dimiliki oleh karya lukis. Pada dasarnya semua jenis seni mempunyai unsur pembentuk, termasuk seni lukis. Berikut ini adalah unsur-unsur karya lukis:

1. Unsur visual

Pertama, unsur visual merupakan unsur yang dapat ditangkap oleh indera penglihatan. Secara kasat mata, seseorang dapat mendefinisikan unsur yang terlibat dalam pembuatan sebuah karya lukis. Yang termasuk unsur visual antara lain garis, bidang, ruang, dan warna. Seorang seniman mempunyai selera yang bagus untuk memadukan berbagai unsur tersebut demi menciptakan karya seni bernilai tinggi.

2. Unsur non visual

Selain visual, karya lukis juga mempunyai unsur non visual. Unsur yang satu ini tidak dapat ditangkap oleh indera penglihatan. Diperlukan analisa mendalam untuk mengetahui unsur non visual yang dimiliki oleh sebuah karya lukis. Yang termasuk dalam unsur non visual adalah imajinasi, konsep lukisan, pandangan hidup, pengalaman, serta sikap estetik dan artistik seorang seniman.

Alat-alat Seni Lukis

alat-alat seni lukis

Berbicara mengenai karya lukis tentu tidak dapat dipisahkan dari berbagai alat yang bahan yang digunakan. Untuk menunjang proses melukis, seorang pelukis biasanya menggunakan alat serta bahan khusus yang membuatnya mampu menciptakan sebuah karya yang bernilai tinggi. Di bawah ini adalah alat dan bahan yang biasa digunakan oleh pelukis pada umumnya:

1. Alat

Kehadiran alat lukis sangat penting bagi seorang seniman lukis untuk menghasilkan karya yang berkualitas. Berbagai alat yang biasa digunakan adalah kuas, palet, pisau palet, penjepit kanvas, dan pembersih kuas. Alat-alat tersebut mempunyai fungsi untuk menunjang kelancaran proses melukis.

2. Bahan

Selain alat, seorang pelukis juga membutuhkan bahan yang baik. Ada berbagai macam bahan yang bisa digunakan oleh pelukis, namun tinta atau cat merupakan bahan utama. Cat lukis yang biasa digunakan oleh para seniman antara lain cat minyak, cat air, cat tekstil, cat akrilik, dan berbagai jenis cat lukis lainnya.

Teknik Melukis

teknik melukis

Sebagai seorang pelukis, Anda juga wajib mengetahui berbagai teknik yang biasa digunakan untuk menyelesaikan sebuah karya seni berwujud lukisan. Ada begitu banyak teknik dalam dunia lukis dan setiap seniman mempunyai karakteristik yang berbeda. Perbedaan tersebut cenderung berdasarkan pada kemampuan yang dimiliki oleh setiap seniman lukis.

Mengapa teknik begitu penting? Dapat dikatakan bahwa teknik lukis merupakan cara bagi seorang pelukis untuk menghasilkan karya seni yang otentik. Ketika seorang pelukis menggunakan teknik andalan sesuai dengan kemampuannya, maka akan dihasilkan sebuah karya seni yang mengagumkan. Berikut ini beberapa teknik lukis yang perlu Anda ketahui:

1. Aquarelle / Aquarel

Teknik aquarel adalah teknik melukis yang menggunakan bahan cat air (aquarelle). Teknik ini melibatkan sapuan warna secara tipis dan halus sehingga menghasilkan lukisan yang ringan dan nampak transparan. Untuk mendapatkan hasil yang halus dan ringan, Anda perlu menggunakan cat air yang cenderung encer. Pemilihan bahan cat air juga mempengaruhi hasil akhir lukisan Anda.

Untuk mendapatkan lukisan yang bagus, Anda perlu menggunakan kertas aquarel sehingga bisa menyatu dengan cat air yang digunakan. Meskipun harga kertas aquarel sedikit lebih mahal, hasil yang didapatkan tidak akan mengecewakan Anda. Selain pemilihan cat dan kertas, Anda juga perlu memperhatikan pemilihan kuas. Pilih kuas yang lembut agar dapat menghasilkan goresan tipis dan halus.

2. Plakat

Teknik plakat merupakan teknik melukis yang menggunakan cat akrilik, cat minyak, maupun cat air. Berbeda dengan teknik aquarel yang dibuat dengan goresan tipis dan halus, teknik plakat dibuat dengan sapuan tebal. Untuk menghasilkan lukisan yang bagus, Anda perlu menggunakan cat yang relatif kental. Lukisan yang menggunakan teknik plakat menimbulkan kesan berwarna dan bertekstur.

Seniman lukis profesional sering menggunakan teknik plakat ini. Karya yang dihasilkan juga terlihat mempunyai nilai seni yang tinggi. Tidak heran jika karya seni tersebut mempunyai nilai jual yang tinggi pula.

3. Spray

Sesuai dengan namanya, teknik lukis yang satu ini melibatkan proses penyemprotan cat pada media. Teknik semprot menghasilkan lukisan yang terlihat halus serta lebih nyata. Dengan teknik khusus, melukis dengan spray juga mampu menghasilkan efek 3 dimensi. Karya seni yang sering menggunakan teknik spray adalah graffiti pada tembok bangunan.

Category:
Art
Tags:

,