Pengertian Seni Rupa, Unsur, Fungsi dan Macam-macamnya

KARYA SENI – Kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari kehadiran seni. Sejak zaman dahulu seni telah banyak digunakan oleh masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ibadah. Lagu-lagu rohani hingga relief yang terdapat di Candi Borobudur merupakan bukti bahwa seni sudah hadir sejak ribuan tahun yang lalu. Seni sendiri terdiri dari berbagai macam jenis, salah satunya seni rupa atau seni visual.

Berdasarkan cara menikmatinya, seni terbagi menjadi tiga kelompok yaitu visual art (seni yang dinikmati dengan melihat), audio art (seni yang dinikmati dengan didengar), dan audiovisual art (seni yang menggabungkan keduanya). Seni rupa tergolong ke dalam visual art karena dinikmati melalui penglihatan. Simak pembahasan selanjutnya mengenai pengertian, unsur, fungsi, dan macam-macamnya.

Pengertian Seni Rupa

pengertian seni rupa

Menurut pengertiannya, seni rupa merupakan salah satu cabang kesenian yang menciptakan karya seni menggunakan media sehingga dapat ditangkap oleh mata. Selain itu, karya seni tersebut juga harus dapat dirasakan dan diraba menggunakan indera peraba.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat dikatakan bahwa sebuah karya seni visual harus mampu mengekspresikan suatu keindahan bentuk agar dapat dinikmati oleh mata manusia. Media yang digunakan juga harus dapat dilihat secara langsung maupun disentuh oleh indera peraba manusia. Berbagai contoh seni visual antara lain lukisan, patung, dan kerajinan tangan.

Dengan melihat karya seni visual, seseorang dapat merasakan keindahannya serta mengetahui ekspresi perasaan yang dituangkan oleh seniman yang membuatnya. Tidak jarang sebuah karya seni visual mempunyai nilai rasa yang begitu tinggi karena merupakan hasil curahan ekspresi dari sang pembuat. Ada juga seni visual yang bertujuan untuk menyampaikan aspirasi atau sindiran sosial.

Unsur-unsur Seni Rupa

Berbicara mengenai seni tidak dapat dipisahkan dari unsur-unsur yang membentuknya. Visual art mempunyai beberapa unsur yang terdapat di dalamnya. Di bawah ini adalah unsur-unsur dari seni tersebut:

1. Titik

Titik adalah unsur paling kecil dalam sebuah karya visual. Titik juga dianggap sebagai sebuah dasar dari penciptaan ide seni visual yang akan diciptakan. Bermula dari titik, seorang seniman dapat mengembangkannya menjadi sebuah karya seni yang menakjubkan.

2. Garis

Titik-titik yang terdapat dalam sebuah karya digabungkan dengan garis. Dengan kata lain, garis merupakan unsur penggabung dari satu titik ke titik lainnya. Ada begitu banyak macam garis yang digunakan dalam seni visual, di mana setiap garis mempunyai karakter dan ciri khas yang membedakannya dengan unsur lain.

Terlebih lagi, garis juga mampu menjelaskan makna dari setiap karya seni. Apakah sebuah karya bersifat lentur, kaku, keras, atau lainnya? Hal tersebut dapat terlihat dari pemilihan garis yang digunakan dalam pembuatan sebuah karya.

3. Bidang

Unsur yang lebih besar lagi adalah bidang. Unsur ini merupakan pengembangan dari garis yang digabungkan. Penggabungan garis-garis tersebut dapat membentuk sebuah bidang yang terdiri dari beberapa sisi.

4. Bentuk

Bentuk dikenal sebagai unsur yang membuat sebuah karya seni terlihat lebih hidup. Hal ini dikarenakan bentuk mampu memberikan sentuhan detail yang sempurna. Sebuah karya yang mempunyai detail sempurna akan nampak nyata sehingga terlihat lebih indah.

5. Ruang

Unsur ruang mempengaruhi sifat dari sebuah karya seni, apakah bersifat dua dimensi atau tiga dimensi. Hal ini tidak terlepas dari unsur ruang yang mempunyai sifat semu dan nyata untuk menghasilkan jenis dimensi pada sebuah hasil karya seni. Pemilihan unsur ruang yang tepat juga sangat mempengaruhi hasil dan ketertarikan orang yang melihatnya.

6. Warna

Visual art tidak pernah bisa dilepaskan dari unsur warna. Unsur ini berperan sangat penting untuk menjadikan sebuah karya seni terlihat lebih indah. Seorang seniman harus mempunyai selera yang tinggi mengenai perpaduan warna. Dengan memilih perpaduan warna yang tepat, karya seni tersebut mampu menarik perhatian orang yang melihatnya. Tidak jarang sebuah karya seni bisa merubah suasana hati.

7. Tekstur

Pada dasarnya tekstur merupakan suatu keadaan yang dimiliki oleh suatu karya seni. Tekstur sendiri terdiri dari dua macam yaitu tekstur semu dan tekstur nyata. Tekstur semu merupakan kesan yang ditampilkan oleh sebuah karya visual dan tidak dapat dilihat oleh mata. Sementara itu, tekstur nyata merupakan tekstur yang dapat ditangkap oleh indera penglihatan secara kasat mata.

8. Gelap Terang

Unsur terakhir yang dimiliki oleh visual art adalah gelap terang, yang mana unsur ini mampu membuat sebuah karya seni nampak lebih nyata. Intensitas cahaya juga bisa merubah suasana hati seseorang jika dipadukan dengan pemilihan warna yang tepat.

BACA:

Fungsi Seni Rupa

fungsi seni rupa

Secara garis besar, seni visual mempunyai fungsi untuk mencurahkan perasaan dan pikiran, ide serta maksud dari seniman yang membuatnya. Lebih dari itu, karya seni juga bermanfaat untuk kehidupan sosial serta lingkungan. Berikut ini adalah penjabaran lebih lanjut mengenai fungsi seni visual:

1. Fungsi Individu

Fungsi individu merujuk pada fungsi sebuah karya seni untuk seniman yang membuatnya. Baginya, sebuah karya berfungsi untuk memuaskan diri karena menjadi media untuk mengekspresikan segala bentuk perasaan, ide, maupun kritik. Dengan demikian, seni visual berfungsi untuk memancarkan apa yang dirasakan oleh sang pembuatnya agar dapat dilihat oleh orang banyak.

2. Fungsi Sosial

Dari segi sosial, sebuah karya berfungsi untuk memberikan kepuasan kepada banyak orang. Sebagai contoh, keindahan sebuah lukisan dapat dinikmati oleh banyak orang. Contoh lain, sebuah patung bisa menjadi bentuk kritik bagi pemerintah atau golongan tertentu.

Macam-Macam Seni Rupa

macam macam seni rupa

Selanjutnya, Anda juga perlu mengetahui berbagai macam seni visual yang terdapat di sekitar kita. Macam-macam seni visual tersebut didasarkan pada fungsi, wujud, hingga massa yang dimiliki. Berikut macam seni visual yang perlu Anda ketahui:

1. Visual Art Berdasarkan Fungsi

Berdasarkan fungsi yang dimiliki, sebuah seni visual terbagi menjadi dua yaitu seni murni dan seni terapan. Seni murni merujuk pada karya seni yang dibuat untuk menuangkan ide dan imajinasi yang dimiliki oleh pembuatnya. Sementara itu, seni terapan berarti sebuah karya seni yang mempunyai tujuan praktis agar dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari.

2. Visual Art Berdasarkan Wujud

Dilihat dari segi wujud, seni visual terbagi menjadi seni 2 dimensi dan seni 3 dimensi. Seni 2 dimensi adalah karya seni yang hanya dapat dinikmati dari satu arah. Contoh seni dua dimensi adalah lukisan, ilustrasi, dan sketsa. Sedangkan seni 3 dimensi merupakan karya seni yang dapat dinikmati dari berbagai sisi. Contoh seni tiga dimensi antara lain bangunan, hiasan, hingga patung.

3. Visual Art Berdasarkan Massa

Massa membedakan seni menjadi 3, yaitu seni tradisional, modern, dan kontemporer. Seni tradisional merujuk pada karya seni yang bersifat statis dan tidak mengalami perubahan dari zaman dahulu hingga sekarang. Lain halnya dengan seni modern, jenis yang satu ini mempunyai sifat yang dinamis dan dipengaruhi oleh sentuhan kreativitas pembuatnya.

Yang terakhir, seni kontemporer merupakan sebuah karya seni yang tercipta pada waktu tertentu. Hal ini membuat seni kontemporer bersifat kekinian karena cenderung menyesuaikan dengan zaman di mana karya tersebut diciptakan.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: